Arya Tangkas Kori Agung

Om AWIGHNAMASTU NAMOSIDDHAM, Terlebih dahulu, kami haturkan pangaksama mohon maaf sebesar - besarnya ke hadapan Ida Hyang Parama Kawi - Tuhan Yang Maha Esa serta Batara - Batari junjungan dan leluhur semuanya. Agar supaya, tatkala menceriterakan keberadaan para leluhur yang telah pulang ke Nirwana, kami terlepas dari kutuk dan neraka.

 
Refrensi Pasek Tangkas
Untuk menambah Referensi tentang Arya Tangkas Kori Agung, Silsilah Pasek Tangkas, Babad Pasek Tangkas, Perthi Sentana Pasek Tangkas, Wangsa Pasek Tangkas, Soroh Pasek Tangkas, Pedharman Pasek Tangkas, Keluarga Pasek Tangkas, Cerita Pasek Tangkas. Saya mengharapkan sumbangsih saudara pengunjung untuk bisa berbagi mengenai informasi apapun yang berkaitan dengan Arya Tangkas Kori Agung seperti Kegiatan yang dilaksanakan oleh Keluarga Arya Tangkas Kori Agung, Pura Pedharman Arya Tangkas Kori Agung, Pura Paibon atau Sanggah Gede Keluarga Arya Tangkas Kori Agung, Keluarga Arya Tangkas Kori Agung dimanapun Berada Termasuk di Bali - Indonesia - Belahan Dunia Lainnya, sehingga kita sama - sama bisa berbagi, bisa berkenalan, maupun mengetahui lebih banyak tentang Arya Tangkas Kori Agung. Media ini dibuat bukan untuk mengkotak - kotakkan soroh atau sejenisnya tetapi murni hanya untuk mempermudah mencari Refrensi Arya Tangkas Kori Agung.
Dana Punia
Dana Punia Untuk Pura Pengayengan Tangkas di Karang Medain Lombok - Nusa Tenggara Barat


Punia Masuk Hari ini :

==================

Jumlah Punia hari ini Rp.

Jumlah Punia sebelumnya Rp.

==================

Jumlah Punia seluruhnya RP.

Bagi Umat Sedharma maupun Semetonan Prethisentana yang ingin beryadya silahkan menghubungi Ketua Panitia Karya. Semoga niat baik Umat Sedharma mendapatkan Waranugraha dari Ida Sanghyang Widhi – Tuhan Yang Maha Esa.

Rekening Dana Punia
Bank BNI Cab Mataram
No. Rekening. : 0123672349
Atas Nama : I Komang Rupadha (Panitia Karya)
Pura Lempuyang
Pura Lempuyang Luhur terletak di puncak Bukit Bisbis atau Gunung Lempuyang, ... Pura Lempuyang itu merupakan stana Hyang Gni Jaya atau Dewa Iswara.
Berbakti
Janji bagi yang Berbakti kepada Leluhur BERBAKTI kepada leluhur dalam rangka berbakti kepada Tuhan sangat dianjurkan dalam kehidupan beragama Hindu. Dalam Mantra Rgveda X.15 1 s.d. 12 dijelaskan tentang pemujaan leluhur untuk memperkuat pemujaan kepada Tuhan. Dalam Bhagawad Gita diajarkan kalau hanya berbakti pada bhuta akan sampai pada bhuta. Jika hanya kepada leluhur akan sampai pada leluhur, kalau berbakti kepada Dewa akan sampai pada Dewa.
Mantram Berbakti
Berbakti kepada Leluhur Abhivaadanasiilasya nityam vrdhopasevinah, Catvaari tasya vardhante kiirtiraayuryaso balam. (Sarasamuscaya 250) Maksudnya: Pahala bagi yang berbakti kepada leluhur ada empat yaitu: kirti, ayusa, bala, dan yasa. Kirti adalah kemasyuran, ayusa artinya umur panjang, bala artinya kekuatan hidup, dan yasa artinya berbuat jasa dalam kehidupan. Hal itu akan makin sempurna sebagai pahala berbakti pada leluhur.
Ongkara
"Ongkara", Panggilan Tuhan yang Pertama Penempatan bangunan suci di kiri-kanan Kori Agung atau Candi Kurung di Pura Penataran Agung Besakih memiliki arti yang mahapenting dan utama dalam sistem pemujaan Hindu di Besakih. Karena dalam konsep Siwa Paksa, Tuhan dipuja dalam sebutan Parama Siwa, Sada Siwa dan Siwa sebagai jiwa agung alam semesta. Sebutan itu pun bersumber dari Omkara Mantra. Apa dan seperti apa filosofi upacara dan bentuk bangunan di pura itu?
Gayatri Mantram
Gayatri Mantram Stuta maya varada vedamata pracodayantam pavamani dvijanam. Ayuh pranam prajam pasum kirtim dravinan brahmawarcasam Mahyam dattwa vrajata brahmalokam. Gayatri mantram yang diakhiri dengan kata pracodayat, adalah ibunya dari empat veda (Rgveda, Yayurveda, Samaveda, Atharwaveda) dan yang mensucikan semua dosa para dvija. Oleha karena itu saya selalu mengucapkan dan memuja mantram tersebut. Gayatri mantram ini memberikan umur panjang, prana dan keturunan yang baik, pelindung binatang, pemberi kemasyuran, pemberi kekayaan, dan memberi cahaya yang sempurna. Oh Tuhan berikanlah jalan moksa padaku.
Dotlahpis property
Image and video hosting by TinyPic
Usada Pamugpugan
Rabu, 07 November 2007
Usada Pamugpugan [1b] Ya Tuhan, semoga kami tidak menemukan rintangan. Inilah disebut Usada Babugbugan. Sarana untuk menghidupkan rasa adalah air diberi mantra "Ong Ah, Ung Ang Ah" (dinamakan aksara modre. Aksara modre merupakan bentuk aksara dengan rumusan-rumusan atau formula-formula khusus yang secara harafiah tidak memiliki arti, tetapi diyakini memiliki kekuatan magis, yang dapat dipakai menyembuhkan pasien atau sebaliknya dapat dipakai menyakiti orang lain). Sarana obat untuk penyakit cacar, terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang Ung Mang Mang Mêh, Awreyah". Sarana untuk penawar penyakit adalah air diberi mantra "Ang Asweryêr". Sarana untuk pematuh terdiri atas air diberi mantra "Asweryuh, Ong masaý" (aksara modre). Sarana penempur segala penyakit terdiri atas air diberi mantra "Ong tayà I yà. Ong tayà A I, yata A I Ong" (aksara modre). Sarana penawar penyakit batuk, mata mengeluarkan darah dan nanah terdiri atas air ditaruh di dalam sibuh (tempurung kelapa kecil), diisi bunga kamboja, diberi mantra "Ong Ai Ih, Ong Ih A Ah", lalu air itu diminum. Sarana obat penyakit mata, terasa sakit seperti menusuk-nusuk, terdiri atas air ditaruh dalam sibuh, berisi bunga waribang, diberi mantra
[2a] "Ong Ang Ah, Ong Ah Ang". Sarana untuk peruwatan terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang Ah, Ah Ang Ong". Sarana obat penyakit filek disertai dan panas badan terdiri atas air diberi mantra "Ong A AH, Ih Ah Ong". Atau juga boleh menggunakan sarana apa saja untuk menyembuhkan segala jenis penyakit, diberi mantra "Ong Ang Ah, Ong Ah Ang". Sarana obat penyakit perut terdiri atas air diberi mantra "A A A, Ah Ah Ah, Ah A, A, A". Sarana penawar segala jenis penyakit terdiri atas air ditaruh dalam sibuh berisi bunga merah, diberi mantra "Ong Ih Eh Ah Ung Oh Ah, Ong Ih Ong Ih Ung". Sarana untuk penawar panas badan terdiri atas air diisi bunga merah, diberi mantra "Ong Eh Ang, Eh Ong Ang, Ong Ang Eh, ngryaý madhisêng". Sarana obat untuk segala jenis penyakit, terdiri atas air diberi mantra. Ketika merapalkan mantra, dukun wajib mendampingi sesajen terdiri atas sesajen sagi-sagi, uang 7, beras 7 genggam, sirih 3 lembar. Mantranya adalah "Ung Ang Ang Ung Ah Ang". Sarana obat lesu terdiri atas air. Ketika merapalkan mantra, janganlah bernafas (nafas ditahan). Mantranya adalah "Ong
[2b] Ang Ah". Sarana obat sakit terasa seperti menusuk-nusuk, terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang Ah, Ong Ah Mang". Sarana obat untuk sakit perut, terdiri atas buah pinang diberi tulisan gaib A diberi mantra A. Lalu buah pinang itu dimakan oleh pasien. Sarana untuk menghidupkan tenaga terdiri atas air, dipercikkan di atas ubun-ubun pasien, diberi mantra "Ong Ah, Ah Ong". Sarana untuk pembangkit darah terdiri atas air diberi mantra "Ong Ah Ang, Ang Ah Ung". Cara untuk menaklukkan guna-guna, seperti desti, dengen, dan babai boleh menggunakan sarana apa saja, diberi mantra "úaúaúàs, úaúa sangsayà". Sarana untuk memproteksi rumah dari berbagai pengaruh jahat, terdiri atas segenggam nasi ditaruh di halaman rumah, diberi mantra "Apah pasa A". Sarana untuk penawar segala jenis penyakit terdiri atas air diberi mantra "A Ang, A Ang". Mantra untuk menambah kekuatan doa adalah "Ong Ang Ah, Ong Ah Ang". Sarana penawar untuk penyakit akibat terserang racun hewan/binatang, terdiri atas air diberi mantra "Ah Ih Ih A". Sarana untuk penakut lawan terdiri atas tanda tambah diberi mantra "Ong Ong Ong". Adapun yang dimaksud adalah
[3a] letak tempat sucinya di dalam tubuh, yaitu Ong berada di tengah lidah sebagai tempat Bhatari Durga, Ong di pangkal lidah, dan Ong di ujung lidah. Mantranya adalah "Mryuh, Ang Ah A". Ada lagi mantra yang lain yaitu "Ah Ah Ang, A Ang Ah, mryuh". Sarana untuk mengusir roh-roh jahat seperti Kala, Bhuta, Dengen terdiri atas air diberi mantra "Ang Ung Mang, Ung Mang Ang". Sarana untuk melepaskan panas di dalam tubuh, terdiri atas air diberi mantra "Uh Ah Aih Ih"; atau dengan mantra "Ah Ih Uh Aih mryuh". Sarana untuk mengikat panas di dalam tubuh terdiri atas air diberi mantra "Ing Ung mang Ang Ong, Ong Ung Mang Ang Ing". Sarana untuk peruwatan terdiri atas air diberi mantra "Ariyuah, Ong Ang Ung Ing Yang". Sarana untuk penawar racun hewan/binatang terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang A, Ang A Ong". Sarana untuk pengampuh obat supaya obat itu menjadi ampuh,
[3b] terdiri atas air diberi mantra "Mriyuêm, Ung Ang Ong Mang Mêng". Sarana untuk penawar guna-guna Bali, guna-guna Sasak, guna-guna Jawa terdiri atas air ditaruh di atas ubun-ubun pasien. Peruwatan terhadap pasien dilakukan di Pura Dalem. Mantra peruwatannya adalah "Driyeryuh, Ariyeryuh, Ah Jêng, Ong Ang Ung Mang O E Ah Ih". Sarana untuk mengasapi pasien terdiri atas dupa, kemenyan diberi mantra "Aêh Ah E Ang, Ing Ah, Ung Ong Bêng". Sarana untuk panyarang daging terdiri atas air diberi mantra "Ong Ah Ang". Sarana untuk menyimpan daging, terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang Ah, Ung Ah Ang, Ong Ang Ung Mang Sêng Yang Yöng". Sarana obat untuk penyakit infeksi terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang Ah, Ong Ah A". Sarana obat untuk bayi sering menangis terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang I, Ong Ang A". Sarana obat untuk bayi semasih dalam kandungan terdiri atas air diberi mantra "Ung Ang Ah". Sarana obat untuk bayi dalam kandungan yang kekurangan air ketuban, terdiri atas air diberi mantra "Ung Ang Ah,
[4a] Ong Ah Ih". Sarana untuk penyakit berbahaya atau terserang guna-guna terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang Ung Mang Ong Ang Ing, Ong A E, Mryuêm". Sarana obat untuk bayi tidak bisa kencing terdiri atas air diberi mantra "Ong Aê Sê, Ong Ang Yang". Sarana untuk penawar sakit perut dan tidak bisa kencing, terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang Ang, Ong Ah Ang, Ong Ang Ing". Sarana untuk penyelamat ibu yang sedang melahirkan, terdiri atas air diberi mantra "Uh Aoh Aih Aeh A Ah". Sarana untuk menolong kelahiran bayi terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang Ing, Ong Ah Ing". Sarana untuk meruwat bayi yang diserang roh jahat si Bajangan, terdiri atas air diberi mantra "I I Ing, U U Ung, A A Ang, Mriyuêm". Sarana peruwatan bayi setelah berumur tiga bulan, terdiri atas air diberi mantra "Ong A Ih, Ing Mang Ong". Sarana peruwatan bayi terdiri atas air diberi mantra "Ang Ung Mang Ong Ong, Ong Ang Ung sêyêng". Sarana penawar untuk bayi sering menangis terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang I, Ong
[4b] aêyêng". Inilah sarana obat untuk penyakit berbahaya terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang Ung Mang Ah Ang, Ung Ang Mang". Sarana obat untuk penyakit tuju (reumatik), terdiri atas air diberi mantra "Oh Ah Ih Ang, Ong Ong Ang Ung Mang Gang". Sarana peruwatan terdiri atas air suci, bunga putih 5 butir, air liur, uang 1700, lengkap dengan sesajen. Mantranya adalah "Ong pungusyaki sang dewà, iðêp aku anglukat bhaþari dùrggà, apan bhaþara guru sumusup ring awak sarirantà, anglukat bha¨tarì dùrggà, kasmala tka gêsêng, gêsêng, gêsêng, gêsêng, tkà ngayàng, ngayang, ngayang, Ong Ang sêng, tka atas, Ang, Ong tuhun dadi yeh, mnek dadi angin, tkà mukûah, tkà mêntêr, apanàku dewa anglukat bhaþari dùrggà, muwah mbanirà, ingaran i kàli kalikà, mulih maring akaûà, Ang Ung Mang Ang úring sanghyang sandewà bhaþara wiûóu (Ya yang merasuki dewa, aku akan membersihkan dewi Durga, karena Bhatara Guru merasuki badanmu, datanglah dan musnah)
[5a] anglukatan bhaþarì dùrggà, mulih maring úarirà, tkà lêpas, lêpas, lêpas, larà ring úarirà, Ong Mriyuh". Sarana obat untuk bayi terserang penyakit migrin, atau dinamakan kasuban, menangis, menggeliat-geliat, terdiri atas sudamala, tutup buah pinang, tutup buah kelapa, inti bawang merah, dilumatkan, diberi mantra "Ong Ba E angrebut dumadi, angrebut atma kabeh, sapulung sapulung tungkat, Ong wruh marupa tungkal, tka patuh ringkup, asih, asih, asih". Ada lagi sarana obat untuk bayi menggeliat-geliat kesakitan, terdiri atas daun sirih tua, biji jambu air putih, alang-alang, bawang putih, jangu, tetapi jangan sampai mengotori bayi itu. Besok sorenya dibuatkan air hangat diisi ramuan bangle dan air cendana, diberi mantra "Ong bajra wiset swaha". Sarana obat sakit perut mendadak terdiri atas air diberi mantra "Mang Ung ngriyung". Sarana obat untuk penyakit kangsuban (migrin),
[5b] terdiri atas air diisi bunga meduri putih dan daun wani, ditaruh dalam sibuh, untuk memercikki pasien. Mantranya adalah "Ong idêp aku sanghyang kamalatantra, mêtu ring kundi manik, jêg tumurun ring lêmah, putih pamatuhang sakwehing dusta durjana, anyatur bhuwana, patuh tka patuh, patuh, patuh" (Ya aku sanghyang Kamalantra keluar pada kendi manik, turun ke bumi memutihkan segala angkara murka di empat penjuru dunia, datanglah dan tunduk). Sarana untuk mencabut penyakit blagodo (sejenis migrin, vertigo), terdiri atas air tawar ditaruh dalam periuk baru, diisi samsam (irisan daun temen dan kembang), beras kuning, bunga putih, dan uang sesajen 1700. Mantranya adalah "Ong Mang Ah". Sarana untuk melepaskan panas dalam tubuh terdiri atas air diberi mantra "Ang Gang Gang Gang, dadi yeh, dadi api, tka lelo lelontok". Sarana untuk membakar (memusnahkan) segala jenis penyakit terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang kalagni, ludra ya namah". Mantra untuk memulai membuat ramuan obat adalah "Ong Ang Ung mang Ang, Ong Mang Ung Hang Gang Ang, Ong Hang Ung A". Sarana penawar penyakit panas-dingin terdiri atas air
[6a] diberi mantra "Ong Mang Ang, Ong Mang Hang Ong Ih Ah, Ung mang Ih Ang". sarana untuk penawar panas terdiri atas air diberi mantra "Ong taya Ah Ih, Ong taya Hing". Sarana obat penyakit mata terdiri atas air diberi mantra "Ong taya Ah Ih". Sarana obat sakit kepala terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang Ah, Ah Mang Ung". Sarana obat panas terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang Ung Mang Ing, Ong Ang Ung Mang A". Sarana penawar tubuh hangat terdiri atas air diberi mantra "Ong Ing Tang Ang, Ih Ong Ang". Sarana obat sakit ngêd terdiri atas air diberi mantra "Ong Ih Ang, Ang Ong Ih". Sarana obat sakit bêngang terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang Ong, Ong Ong". Sarana obat sakit jampi terdiri atas air diberi mantra "Ong Ih Ah, Ih Ah Ong". Sarana obat untuk sakit panas gelisah, terdiri atas air diberi mantra "Ong Ing Hang Gang Ung Mang Ang, Ang Ong Ing Hang Gang Ung Mang". Sarana obat mencret terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang Ah,
[6b] Ang Ong Mang". Sarana obat sakit panas-dingin (dumalada lanus) terdiri atas air diberi mantra "Ang Ang Ah Mang, Ah Ang Ong Ung". Sarana yang digunakan untuk memandikan pasien menderita sakit panas diberi gambar dan tulisan gaib Ayang, dan diberi mantra "Ayang". Sarana obat sakit dingin, terdiri atas air diberi mantra "Ong, Ang, Ong Ang Ung, Ang Ong". Sarana obat sakit kepala dan pusing-pusing terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang Ing, Ong Ing Mang". Sarana obat untuk sakit pamali (sakit perut melilit), terdiri atas air diberi mantra "Ong Ing mang Ang, Ing Mang Ang Ong". Sarana obat bengkak, terdiri atas air diberi mantra "Ong mang Ung Ing, Ang Ung Mang". Sarana penawar sakit sariawan terdiri atas air diberi mantra "Oh Uh A I, Eh A Ing Oh". Ada lagi sarana untuk penyakit sariawan terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang Mang Ung Ing Mang, Ing Mang Ong Ang Mang Ung, Ong Ma Mang". Sarana untuk penenang tenaga (aliran nafas), terdiri atas air diberi mantra "Ung Mang Ing, Mang Ing Ung". Sarana untuk memulai pengobatan terdiri atas air diberi mantra "Ong A Ang, Ing Ong Tayaha". Inilah sarana penawar penyakit panas
[7a] dan cacar, terdiri atas air diberi mantra "Ong A I Taya, Ong taya hiya". Inilah sarana penguat tenaga terdiri atas benang tridatu (merah, putih, hitam), dipakai gelang tangan, dililitkan tiga kali di tangan kanan disertai dengan sesajen canang daksina, uang 1700. Mantranya adalah "Ong suksma parahyang, para dewa suksma kuta, suksma paribhuta, hilang ywawaka, aweh urip, aweh urip, ring awak sarirane syanu, tka pagêh, pagêh, pagêh". Sarana untuk keselamatan jiwa terdiri atas air diberi mantra "Mang Ung Ong Ang". Sarana untuk peruwatan terdiri atas air diberi mantra "Mryuh O Ang A A Ang Ung Ah pet". Sarana obat untuk segala jenis penyakit akibat serangan racun hewan/binatang, terdiri atas air diberi mantra "Ong Ak Ik Ung Ak Ek".
[7b] Inilah dinamakan ajian Sastra lingga kuta, boleh menggunakan sarana apa saja. Kedudukan aksara sucinya sebagai berikut.............Ong............Ang.......... Wa Ung Sang Ang Mang Ung............E............Mang............Ong..Inilah sarana peleburan segala jenis bencana yang menimpa diri kita, terdiri atas air bersih, bunga-bunga yang harum, diberi mantra "Ong Indraku suksma nama swaha". Inilah gambar formulasi aksara sucinya.............Ong I............ A....Ka....Lyu....Yang....Ang....Mang....Ong........Ah
[8a] Inilah mantra pembukaan ketika dukun mulai melakukan pengobatan, yang konon dilakukan oleh banyak dukun, inilah sarana dan mantra yang dipakai, yakni terdiri atas air ditaruh di dalam sibuh hitam. Inilah mantra/aksara sucinya (lihat pada lembaran teks lontar di atas). Inilah penjelasan tempat keempat dewa yang merasuk menjadi satu, yaitu dinamakan Windu Nur. Windu Nur itu merupakan tempat masuknya keempat dewa, lintas keluar-masuk dewa di makrokosmos dan mikrokosmos. Gambarnya adalah sebagai berikut (lihat gambar pada teks lontar).
[8b] Inilah ajian Sastra Wyanjana, atau juga dinamakan Kaputusan Siwagriguh, ajian tersebut harus dipahami dan bagaimana cara penggunaannya. Demikian pula makna sastra pantên, segala macam makuta, termasuk suaranya, penanda bunyinya, dan jangan sampai salah paham dalam menggunakan aksara suci ini, sebab sangat berbahaya, serta bisa tertimpa kutukan. "Ong saraswati abrasolah, pasastra nama swaha. Ha na ca ra ka da ta sa wa la ma ga ba nga pa ja ya nya... (lihat teks lontar) aksa, windu sunya". Inilah ajian untuk memusnahkan mendung. Caranya adalah berkonsentrasi sambil menunjuk matahari. Mantranya adalah "Ong murub ikang surya, gêsêng ikang megha, dadi angin". Inilah dinamakan gambar dasabayu ... (lihat teks lontar)
[9a] Inilah formasi sepuluh aksara suci di dalam kastuban ... (lihat teks lontar) . Adapun letak aksara suci di dalam tubuh, yaitu aksara ha berada di angan; aksara na berada di hati; aksara ca berada di pangkal lidah; aksara ra berada di alis; aksara ka berada di telinga; aksara da berada di dada; aksara ta berada di mata; aksara sa berada di putih mata; aksara wa berada di pinggang; aksara la berada di bibir; aksara ma berada di muka; aksara ga berada di leher; aksara ba berada di bahu; aksara nga berada di hidung; aksara pa berada di kaki; aksara ja berada di tangan; aksara ya berada di suara; aksara nya berada di asmara; windu berada di empedu; surang berada di ..., guwung kra berada di ..., suku kêmbung berada di ..., cêcêk berada di ruas-ruas tubuh.
[9b] Ingatlah dengan baik cara membunyikan aksara ini, batas-batasnya, tempat di dalam tubuh, di dalam Usada, di dalam Tutur, di dalam Gata, di dalam Ngadi, di dalam Pranawa, semua sastra cacahan ... Hang Hang Hang. Hram Hram Hram. Hrêm Hrêm Hrêm. Hung Hung Hung. Heng Heng Heng (dinamakan aksara modre. Aksara modre merupakan bentuk aksara dengan rumusan-rumusan atau formula-formula khusus yang secara harafiah tidak memiliki arti, tetapi diyakini memiliki kekuatan magis, yang dapat dipakai menyembuhkan pasien atau sebaliknya dapat dipakai menyakiti orang lain)
[10a] Hàng Hàng Hàng.Ing Ing Ing. Hong Hong Hong. Hêp Hêp Hêp. Rang Rang Rang. Wrum. Hrang. Hrê, Wreyu. Mrang. Sroh. (Aksara modre yang telah dikombinasikan dengan gambar-gambar khusus, yang dinamakan rerajahan. Ada bermacam-macam bentuk rerajahan. Dalam dunia mistik Bali, rerajahan merupakan sarana pembangkit kekuatan magis)
[10b] Hrêm. Wrueh. Trungm. Hrêm. Hi Hi Hi. Hêp, Hêp, Hêp. Hêngp Hangp Hangp. Har Har Har. Hun Hun Hun. (Aksara modre yang telah dikombinasikan dengan gambar-gambar khusus, yang dinamakan rerajahan. Ada bermacam-macam bentuk rerajahan. Dalam dunia mistik Bali, rerajahan merupakan sarana pembangkit kekuatan magis)
[11a] Hang. Homêm. Hêm. Heng Re Re Re. Hang. Ha Air Ru Ru Ru. Hong. Hung
[11b] Ngyeng Ngu Ngu Ngung. He Yo Ro Ro. Ha Na Na Nak. Tang Ing Ang Yang Ong. Inilah dinamakan úàstra sulur: Ong Ma A Yang Ra Ka Tà Ong La úà Ma A Sa Wa Ong úi I Ba Ang Wa Na Ung Yang Mang.
[12a] úa Ba Ta Ha I Na Ma úi Wa Ya Ong. Ong Sa Ba Ta A I Na Ma úi Wa Yang. Hang Long Hing Hong Yang Wong. Ong Yang Ha Yang Hi Yang Ta Yang. Ong Yang Tang Yang I Yang Ha Yang. Hra Hri Sra Kra Tra.
[12b] Yrong Sra Bra Tra Hra Hri Nra Mra úri Wra Yra. Sra Bra Tra Hra Hri. Nra Mra Sri Wra Yrang. Inilah dinamakan úàstra sulur tryakûarà, pangekà. ..
[13a] Hrêm Mêm. Mêm Mrêm. Hràng. Hrêng Ngêng. Ngêng Ngêng. Hungung Ngung Ngur. Am. Hom Mom. Mom Mom. Hang. Hêng Ngêng Ngêng Ngêng.
[13b] Hên Nên Nên Nên. Hong Wer Re Re Re. Hung Hu Hu Hung (aksara modre). Itulah pemisahan wióðu di luar, Ong merupakan perwujudan Wióðu Nang, perpecahan Wióðu, sebagai pertemuan rwabhineddà (dua hal yang dibedakan).
[14a] Um Mum. Mum Mum. Huwong Ngêng Ngêng Ngêng. Hrang Hrah [End]
posted by I Made Artawan @ 19.58  
0 Comments:
Poskan Komentar
<< Home
 
Penyadur

Name: I Made Artawan
Home: Br. Gunung Rata, Getakan, Klungkung, Bali, Indonesia
About Me: Perthi Sentana Arya Tangkas Kori Agung
See my complete profile
Artikel Hindu
Arsip Bulanan
Situs Pendukung
Link Exchange

Powered by

Free Blogger Templates

BLOGGER

Rarisang Mapunia
© 2006 Arya Tangkas Kori Agung .All rights reserved. Pasek Tangkas