Arya Tangkas Kori Agung

Om AWIGHNAMASTU NAMOSIDDHAM, Terlebih dahulu, kami haturkan pangaksama mohon maaf sebesar - besarnya ke hadapan Ida Hyang Parama Kawi - Tuhan Yang Maha Esa serta Batara - Batari junjungan dan leluhur semuanya. Agar supaya, tatkala menceriterakan keberadaan para leluhur yang telah pulang ke Nirwana, kami terlepas dari kutuk dan neraka.

 
Refrensi Pasek Tangkas
Untuk menambah Referensi tentang Arya Tangkas Kori Agung, Silsilah Pasek Tangkas, Babad Pasek Tangkas, Perthi Sentana Pasek Tangkas, Wangsa Pasek Tangkas, Soroh Pasek Tangkas, Pedharman Pasek Tangkas, Keluarga Pasek Tangkas, Cerita Pasek Tangkas. Saya mengharapkan sumbangsih saudara pengunjung untuk bisa berbagi mengenai informasi apapun yang berkaitan dengan Arya Tangkas Kori Agung seperti Kegiatan yang dilaksanakan oleh Keluarga Arya Tangkas Kori Agung, Pura Pedharman Arya Tangkas Kori Agung, Pura Paibon atau Sanggah Gede Keluarga Arya Tangkas Kori Agung, Keluarga Arya Tangkas Kori Agung dimanapun Berada Termasuk di Bali - Indonesia - Belahan Dunia Lainnya, sehingga kita sama - sama bisa berbagi, bisa berkenalan, maupun mengetahui lebih banyak tentang Arya Tangkas Kori Agung. Media ini dibuat bukan untuk mengkotak - kotakkan soroh atau sejenisnya tetapi murni hanya untuk mempermudah mencari Refrensi Arya Tangkas Kori Agung.
Dana Punia
Dana Punia Untuk Pura Pengayengan Tangkas di Karang Medain Lombok - Nusa Tenggara Barat


Punia Masuk Hari ini :

==================

Jumlah Punia hari ini Rp.

Jumlah Punia sebelumnya Rp.

==================

Jumlah Punia seluruhnya RP.

Bagi Umat Sedharma maupun Semetonan Prethisentana yang ingin beryadya silahkan menghubungi Ketua Panitia Karya. Semoga niat baik Umat Sedharma mendapatkan Waranugraha dari Ida Sanghyang Widhi – Tuhan Yang Maha Esa.

Rekening Dana Punia
Bank BNI Cab Mataram
No. Rekening. : 0123672349
Atas Nama : I Komang Rupadha (Panitia Karya)
Pura Lempuyang
Pura Lempuyang Luhur terletak di puncak Bukit Bisbis atau Gunung Lempuyang, ... Pura Lempuyang itu merupakan stana Hyang Gni Jaya atau Dewa Iswara.
Berbakti
Janji bagi yang Berbakti kepada Leluhur BERBAKTI kepada leluhur dalam rangka berbakti kepada Tuhan sangat dianjurkan dalam kehidupan beragama Hindu. Dalam Mantra Rgveda X.15 1 s.d. 12 dijelaskan tentang pemujaan leluhur untuk memperkuat pemujaan kepada Tuhan. Dalam Bhagawad Gita diajarkan kalau hanya berbakti pada bhuta akan sampai pada bhuta. Jika hanya kepada leluhur akan sampai pada leluhur, kalau berbakti kepada Dewa akan sampai pada Dewa.
Mantram Berbakti
Berbakti kepada Leluhur Abhivaadanasiilasya nityam vrdhopasevinah, Catvaari tasya vardhante kiirtiraayuryaso balam. (Sarasamuscaya 250) Maksudnya: Pahala bagi yang berbakti kepada leluhur ada empat yaitu: kirti, ayusa, bala, dan yasa. Kirti adalah kemasyuran, ayusa artinya umur panjang, bala artinya kekuatan hidup, dan yasa artinya berbuat jasa dalam kehidupan. Hal itu akan makin sempurna sebagai pahala berbakti pada leluhur.
Ongkara
"Ongkara", Panggilan Tuhan yang Pertama Penempatan bangunan suci di kiri-kanan Kori Agung atau Candi Kurung di Pura Penataran Agung Besakih memiliki arti yang mahapenting dan utama dalam sistem pemujaan Hindu di Besakih. Karena dalam konsep Siwa Paksa, Tuhan dipuja dalam sebutan Parama Siwa, Sada Siwa dan Siwa sebagai jiwa agung alam semesta. Sebutan itu pun bersumber dari Omkara Mantra. Apa dan seperti apa filosofi upacara dan bentuk bangunan di pura itu?
Gayatri Mantram
Gayatri Mantram Stuta maya varada vedamata pracodayantam pavamani dvijanam. Ayuh pranam prajam pasum kirtim dravinan brahmawarcasam Mahyam dattwa vrajata brahmalokam. Gayatri mantram yang diakhiri dengan kata pracodayat, adalah ibunya dari empat veda (Rgveda, Yayurveda, Samaveda, Atharwaveda) dan yang mensucikan semua dosa para dvija. Oleha karena itu saya selalu mengucapkan dan memuja mantram tersebut. Gayatri mantram ini memberikan umur panjang, prana dan keturunan yang baik, pelindung binatang, pemberi kemasyuran, pemberi kekayaan, dan memberi cahaya yang sempurna. Oh Tuhan berikanlah jalan moksa padaku.
Dotlahpis property
Image and video hosting by TinyPic
Jangan Iri Hati
Jumat, 24 Mei 2013
Apta dvesaad bhaven mrtyuh

Para dvesaad dhana ksayah

Raaja dvesaad bhaven naso.

Brahmana dvesaat kula ksayah.

(Canaakya Nitisastra X.11).

Maksudnya: Bersikap iri hati pada orang baik-baik yang lebih tua dari kita menyebabkan cepat mati. Iri hati pada orang lain menyebabkan kekayaan akan punah. Iri hati dan membuat kesalahan pada raja maka Anda akan cepat hancur. Iri hati pada Brahmana Varna membuat keluarga hancur.

Salah satu kelemahan sifat manusia adalah bisa bersikap iri hati dan dendam atau Dvesa pada mereka yang dianggap lebih dari dirinya. Kelemahan itu akan muncul apabila kasih dalam diri tidak kuat mengendalikan egoisme. Dvesa atau iri dengki itu salah satu apa yang disebut Klesa dalam pustaka Upanisad. Orang yang dikuasai oleh Dvesa Klesa akan menutup pancaran sinar Atman yang selalu memancarkan kesucian dan kebenaran. Dalam diri manusia memang ada dua hal yang selalu bertarung yaitu Catur Budhi dan Panca Klesa. Untuk menaklukkan rasa iri dengki atau dendam (dvesa) itu hendaknya menguatkan dominasi Catur Budhi. Catur Budhi dalam Wrehaspati Tattwa 24 itu selalu mendorong secara spiritual agar orang berbuat berdasarkan kesadaran budhi. Ekspresi kesadaran budhi itu adalah: Dharma yaitu patuh pada kebenaran, kewajiban dan kebajikan. Jnyana artinya selalu terdorong untuk memperoleh kesadaran ilmu pengetahuan suci (jnyana) dalam menyelenggerakan hidup ini. Vairagia artinya sifat berjiwa besar dan selalu ikhlas berkorban asal untuk tujuan yang benar, mulia dan suci. Aiswarya artinya terus menerus berusaha untuk meningkatkan diri mencapai yang lebih baik dan lebih berguna di jalan yang benar. Kalau empat kesadaran budhi ini dapat mendominasi pikiran manusia maka ia akan senantiasa berpikiran, berkata dan berbuat yang sesuai dengan norma hidup yang baik, benar, tepat dan wajar. Untuk menguatkan Catur Budhi itu orang pun harus belajar dan berlatih menguatkan daya spiritualnya. Belajar dan berlatih itu tidak hanya memalui pendidikan formal. Tetapi yang lebih utama adalah pendidikan nonformal dan informal. Karena pendidikan formal itu seyogianya mendidik orang untuk menjadi punya keterampilan dan keakhlian sehingga memiliki profesi untuk memproleh rezeki untuk melangsungkkan hidupnya berdasarkan dharma. Sedangkan kehidupan untuk mendapatkan moral yang luhur dan mental yang tangguh seyogianya diintensifkan di jalur pendidikan nonformal dan informal. Menguatkan dominasi Catur Budhi itu tidak bisa hanya dengan rajin membaca dan mendengarkan dharma wacana semata. Ia harus mengembangkan kebiasan hidup yang disebut Sat Acara yaitu kebiasan hidup yang dibenarkan oleh Weda. Membiasakan makanan yang satvika, bergaul dalam pergaulan yang disebut Sat Sangga dan menghindari pergaulan Dur Sangga. Menjaga pikirannya selalu dengan mengawali dengan memikirkan nama suci Tuhan. Menjaga perkataannya dengan perkataannya dengan mengawali dengan mengucapkan nama suci Tuhan. Membangun kebiaan baik inilah ynag disebut Sat Acara. Dengan kebiasaan hidup yang Sat Acara kita membangun kebiasaan hidup yang benar dan suci. Itulah yang akan dapat melepaskan orang dari kebiasaan iri dengki dendam atau dvesa. Karena dvesa itu salah satu dari Panca Klesa yaitu lima hal yang dapat mengotori jiwa manusia. Jiwa yang kotor akan sulit mencapai karunia Tuhan meskipun melimpah ruah. Ibarat orang mandi menggunakan jas hujan, badannya tidak akan basah oleh air yang sudah mengalir deras.

Panca Klesa itu adalah Avidya, Asmita, Raga, Dvesa dan Abhinivesa. Klesa adalah bahasa Sansekerta yang artinya tercemar, kotor, penyakit dan bencana. Kalau lima Klesa itu menguasai diri manusia maka hidupnya akan kotor, tercemar, penyakitan dan diancam bencana. Klesa pertama adalah Avidya yaitu ada tujuh hal membuat orang gelap hati seperti disebutkan dalam Nitisastra IV.19 yang juga disebut Sapta Thimira. Asmita artinya mementingkan diri sendiri atau egois. Raga artinya hidup ini hanya untuk mengumbar hawa nafsu atau Wisaya Kaama. Dvesa inilah artinya iri hati, dengki dan dendam. Menurut Canaakya Nitisastra X.11 yang dikutip di atas, iri pada orang yang lebih senior akan menyebabkan cepat mati. Iri pada orang lain yang mungkin dianggap lebih sukses, kekayaan kita akan cepat punah. Iri atau berbuat salah pada Raaja atau penguasa menyebabkan akan cepat hancur. Iri pada orang suci atau Brahmana Varna menyebabkan keluarga akan cepat hancur. Jadi sifat iri ini benar-benar harus dihindari oleh mereka yang hidupnya untuk mendapatkan kebahagiaan. Memang mungkin masih banyak orang yang tidak begitu gampang menghilangkan rasa iri, dengki dan dendam yang disebut Dvesa ini.

Dalam negara yang masih digeluti oleh berbagai kesenjangan menjadi kondisi yang mendorong tumbuh suburnya rasa iri ini bagi mereka yang tidak kuat moral dan mentalnya menghadapi dinamika kehidupan. Berbagai kesenjangan masih terjadi, seperti kesenjangan ekonomi. Kesenjangan pendidikan, kesenjangan perlakuan aparatur negara kepada warga, kesenjangan sosial seperti di Bali bergesernya Catur Varna mejadi Kasta yang masih membutuhkan waktu meluruskannya pada sistem sosial Hindu yang benar. Ada kesenjangan politik, masih ada oknum yang berpandangan beda partai dianggap musuh. Dalam kehidupan birokrasi masih ada kesenjangan dalam melayani masyarakat maupun dalam menentukan siapa yang tepat mendudukan jabatan birokrasi yang tepat. Demikianlah masih banyak kesenjangan yang dapat memicu tumbuhnya rasa iri, dengki dan dendam.

Untuk mernghilangkan hal itu di samping mengaplikasi nilai-nilai spiritual agama ditingkatkan untuk menata kehidupan indiviidu dan sosial, negara juga harus menciptakan iklim kehidupan yang benar, adil dan mengutamakan supremasi hukum. Dalam bidang penegakan hukum sudah menjadi rahasia umum masih ada praktik penegakan hukum dengan plesetan “membela siapa yang bayar”. Meskipun dalam era reformasi hal itu sudah semakin menurun keberedaannya. Marilah dengan kesadaran spiritual kita kikis rasa iri hati itu tahap demi tahap dengan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
posted by I Made Artawan @ 18.49   0 comments
Dewasa Ayu Pawiwahan 2013
Minggu, 28 April 2013
Dewasa Ayu Pernikahan 2013
Seperti kita ketahui bersama bahwa untuk menentukan Tanggal Pawiwahan tidaklah asal comot, biasanya akan di awali dengan Proses Nunasang kepada Ida Nak Lingsir. Namun sebagai gambaran awal melalui media ini akan dipaparkan beberapa Refrensi mengenai Dewasa Ayu Pawiwahan di tahun 2013 yang dirangkum dari berbagai sumber.

Menurut perhitungan Dewasa Ayu WARIGA GEMET dan WARIGA AGUNG yang sudah terangkum dalam artikel Dewasa Ayu Pawiwahan dan Pemilihan Hari Baik Untuk Pernikahan.

Secara umum pemilihan hari baik Pernikahan menurut Sapta Wara;

    Redite / Minggu = Buruk
    Soma / Senin = Menemukan Kebahagiaan
    Anggara / Selasa = Sengsara
    Budha / Rabu = Sangat Baik
    Wrespati / Kamis = Kinasihaning Jana
    Sukra / Jumat = Berbahagia, Mewah
    Saniscara / Sabtu = Percekcokan, sengsara
 
Jadi yang direkomendasiakan adalah hari senin, rabu, kamis dan jumat

Berikut berdasarkan Sasih  atau Bulan Kalender


JANUARI 2013
Hari baik Nikah di bulan Januari 2013
Sasih Kapitu / Magha = Dirgayusa, langgeng
3 Januari 2013 wrespati paing dukut - pangelong ping 7

Kurang baik Nikah di bulan Januari 2013
Sasih Kaulu Phalguna = Serba kekurangan
9 Januari 2013 budha pon watugunung - pangelong ping 13
18 Januari 2013 sukra paing sinta - penanggal ping 7
21 Januari 2013 soma klion landep - Amerta Yoga, penanggal ping 10
24 Januari 2013 wrespati pon landep - penanggal ping 13
28 Januari 2013 soma paing ukir - pangelong ping 2
31 Januari 2013 wrespati klion ukir - pangelong ping 5

Hari  Nikah yang dihindari di bulan Januari 2013
2 Januari 2013 budha umanis dukut - pangelong ping 6 (purwaning sasih)
4 Januari 2013 sukra pon dukut - pangelong ping 8 (purwaning sasih)
7 Januari 2013 soma umanis watugunung - pangelong ping 11
10 Januari 2013 wrespati wage watugunung - pangelong ping 14 (purwaning sasih)
11 Januari 2013 sukra klion watugunung - pangelong ping 15, pati paten
14 Januari 2013 soma pon sinta – penanggal ping 3, sampar wangke
16 Januari 2013 budha klion sinta - penanggal ping 5 (purwanin dina)
17 Januari 2013 wrespati umanis sinta - penanggal ping 6 (purwaning sasih)
23 Januari 2013 budha paing landep – Titi Buwuk, penanggal ping 12
25 Januari 2013 sukra wage landep - penanggal ping 14 (purwaning sasih) (purwanin dina)
30 Januari 2013 budha wage ukir - pangelong ping 4
Minggu ke 2 merupakan kasebelan / kacuntakan gumi, berkaitan dengan wuku watugunung.

FEBRUARI 2013
Sasih Kaulu Phalguna = Serba kekurangan
Sasih Kasanga Caitra = Sangat Buruk, penuh penderitaan

Hari baik Nikah di bulan Februari 2013
11 Februari 2013 Soma Umanis Tolu, Penanggal ping 1, Amerta Yoga

Kurang baik Nikah di bulan Februari 2013
4 Februari 2013 Soma Wage Kulantir, Pangelong ping 9
8 Februari 2013 Sukra Pon Kulantir, Pangelong ping 13
15 Februari 2013 Sukra Klion Tolu, Penanggal ping 5

Hari Nikah yang dihindari di bulan Februari 2013
7 Februari 2013 Wrespati Paing Kulantir, Pangelong ping 12
14 Februari 2013 Wrespati Wage Tolu, Penanggal ping 4
1 Februari 2013 Sukra Umanis Ukir, Pangelong ping 6 Titi Buwuk,
6 Februari 2013 Budha Umanis Kulantir, Pangelong ping 11 Titi Buwuk,
13 Februari 2013 Budha Pon Tolu, Penanggal ping 3 Titi Buwuk,
18 Februari 2013 Soma Pon Gumbreg, Penanggal ping 8, Tanpa Guru
20 Februari 2013 Budha Klion Gumbreg, Penanggal ping 10, Tanpa Guru
21 Februari 2013 Wrespati Umanis Gumbreg, Penanggal ping 11 Titi Buwuk, Tanpa Guru
22 Februari 2013 Sukra Paing Gumbreg, Penanggal ping 12, Tanpa Guru
25 Februari 2013 Soma Klion Wariga, Penanggal ping 15 Titi Buwuk, sampar wangke, Rangda Tiga
27 Februari 2013 Budha Paing Wariga, Pangelong ping 3, Rangda Tiga
28 Februari 2013 Wrespati Pon Wariga, Pangelong ping 4, Rangda Tiga

MARET 2013

Sasih Kasanga Caitra = Sangat Buruk, penuh penderitaan
Sasih Kadasa Waisyaka = Sangat Baik, Berbahagia, berwibawa
Hari baik Nikah di bulan Maret 2013

13 Maret 2013 Budha Umanis Julungwangi, Penanggal ping 2, Kama Jaya


Kurang baik Nikah di bulan Maret 2013

14 Maret 2013 Wrespati Paing Julungwangi, Penanggal ping 3


Hari Nikah yang dihindari di bulan Maret 2013

1 Maret 2013 Sukra Wage Wariga, Pangelong ping 5, Rangda Tiga (purwaning sasih)
4 Maret 2013 Soma Paing Warigadean, Pangelong ping 8 (purwanin dina), Titi Buwuk, Rangda Tiga
6 Maret 2013 Budha Wage Warigadean, Pangelong ping 10, Rangda Tiga
7 Maret 2013 Wrespati Klion Warigadean, Pangelong ping 11, Rangda Tiga
8 Maret 2013 Sukra Umanis Warigadean, Pangelong ping 12, Rangda Tiga
11 Maret 2013 Soma Wage Julungwangi, Pangelong ping 15, Kalebu Rau, Titi Buwuk,
15 Maret 2013 Sukra Pon Julungwangi, Penanggal ping 4
18 Maret 2013 Soma Umanis Sungsang, Penanggal ping 7, Kalebu Rau,
20 Maret 2013 Budha Pon Sungsang, Penanggal ping 9 Titi Buwuk,
21 Maret 2013 Wrespati Wage Sungsang, Penanggal ping 11
22 Maret 2013 Sukra Klion Sungsang, Penanggal ping 11
25 Maret 2013 Soma Pon Dunggulan, Penanggal ping 14 (purwanin dina)
27 Maret 2013 Budha Klion Dunggulan, Pangelong ping 1, Uncal Balung, (purwaning sasih)
28 Maret 2013 Wrespati Umanis Dunggulan, Pangelong ping 2, Uncal Balung,
29 Maret 2013 Sukra Paing Dunggulan, Pangelong ping 3, Uncal Balung, Titi Buwuk,

APRIL 2013
Sasih Kadasa, Waisyaka = Sangat Baik, Berbahagia, berwibawa
Sasih Jyestha = Buruk, hidup susah
Harusnya selama bulan April 2013 tidak ada dewasa pernikahan karena masih dalam kuasa UNCAL BALUNG, tetapi bila memaksa pilihlah hari - hari berikut:

Hari paling baik Nikah di bulan April 2013

15 April 2013 Soma wage Medangsia, - penanggal ping 5, Uncal Balung, Amerta Yoga, Dina jaya

Kurang baik Nikah di bulan April 2013

12 April 2013 sukra umanis Langkir, - penanggal ping 2, Uncal Balung, cocok untuk mesakapan
17 April 2013 budha umanis Medangsia, - penanggal ping 7, Uncal Balung,
19 April 2013 sukra pon Medangsia, - penanggal ping 9 , Uncal Balung,

Hari Nikah yang dihindari di bulan April 2013

1 April 2013 Soma klion Kuningan, - pangelong ping 6 (Purwaning sasih), Uncal Balung, Tanpa guru
3 April 2013 budha paing Kuningan, - pangelong ping 8 (Purwaning sasih) , Uncal Balung, Tanpa guru
4 April 2013 wrespati pon Kuningan, - pangelong ping 9, Uncal Balung, Tanpa guru
5 April 2013 sukra wage Kuningan, - pangelong ping 10 (Purwaning dina), Titi Buwuk, Uncal Balung, Tanpa guru, Pati paten
8 April 2013 Soma paing Langkir, - pangelong ping 13, Kalebu rau, Sampar wangke, Uncal Balung,
10 April 2013 budha wage Langkir, - pangelong ping 15, Uncal Balung,
11 April 2013 wrespati klion Langkir, - penanggal ping 1, Titi Buwuk, Uncal Balung,
18 April 2013 wrespati paing Medangsia, - penanggal ping 8 (Purwaning sasih), Titi Buwuk, Uncal Balung,
22 April 2013 Soma umanis Pujut, - penanggal ping 12, Uncal Balung, Rangda tiga
24 April 2013 budha pon Pujut, - penanggal ping 14 (Purwaning sasih) , Uncal Balung, Rangda tiga
25 April 2013 wrespati wage Pujut, - penanggal ping 15, Uncal Balung, Rangda tiga
26 April 2013 sukra klion Pujut, - pangelong ping 1, Titi Buwuk, Uncal Balung, Rangda tiga
29 April 2013 Soma pon Pahang - pangelong ping 4, Kalebu rau, Uncal Balung, Rangda tiga

MEI 2013
Sasih Jyestha = Buruk, hidup susah
Sasih Sadha = Buruk, Serba kekurangan

Hari paling baik Nikah di bulan Mei 2013

16 Mei 2013 wrespati klion Merakih, - penanggal ping 7

Kurang baik Nikah di bulan  Mei 2013

6 Mei 2013 Soma klion Krulut, - pangelong ping 12, Amerta Yoga
10 Mei 2013 sukra wage Krulut, - penanggal ping 1, (Purwaning dina), Dina jaya

Hari Nikah yang dihindari di bulan Mei 2013

1 Mei 2013 budha klion Pahang, - pangelong ping 7, (Purwaning dina) , Uncal Balung, Rangda tiga
2 Mei 2013 wrespati umanis Pahang, - pangelong ping 8 (Purwaning sasih), Rangda tiga
3 Mei 2013 sukra paing Pahang, - pangelong ping 9, Titi Buwuk, Rangda tiga
8 Mei 2013 budha paing Krulut, - pangelong ping 14 (Purwaning sasih),
9 Mei 2013 wrespati pon Krulut, - pangelong ping 15, Titi Buwuk,
13 Mei 2013 Soma paing Merakih, - penanggal ping 4
15 Mei 2013 budha wage Merakih, - penanggal ping 6 (Purwaning sasih),
17 Mei 2013 sukra umanis Merakih, - penanggal ping 8
20 Mei 2013 Soma wage Tambir, - penanggal ping 11, Kalebu rau, Sampar wangke,
22 Mei 2013 budha umanis Tambir, - penanggal ping 13, Titi Buwuk,
23 Mei 2013 wrespati paing Tambir, - penanggal ping 14 (Purwaning sasih),
24 Mei 2013 sukra pon Tambir, - penanggal ping 15
27 Mei 2013 Soma umanis Medangkungan, - pangelong ping 3, Titi Buwuk, Tanpa guru, Amerta Yoga
29 Mei 2013 budha pon Medangkungan, - pangelong ping 5, Tanpa guru
30 Mei 2013 wrespati wage Medangkungan, - pangelong ping 6 (Purwaning sasih), Tanpa guru
31 Mei 2013 sukra klion Medangkungan, - pangelong ping 7, Tanpa guru

JUNI 2013
Sasih Sadha = Buruk, Serba kekurangan

Hari paling baik Nikah di bulan Juni 2013

3 Juni 2013 Soma pon Matal, - pangelong ping 10
6 Juni 2013 wrespati umanis Matal, - pangelong ping 13

Kurang baik Nikah di bulan  Juni 2013

17 Juni 2013 Soma paing Menail, - penanggal ping 9, Rangda tiga, Amerta Yoga

Hari Nikah yang dihindari di bulan Juni 2013

5 Juni 2013 budha klion Matal, - pangelong ping 12 (Purwaning dina),
7 Juni 2013 sukra paing Matal, - pangelong ping 14 (Purwaning sasih) ,
10 Juni 2013 Soma klion Uye, - penanggal ping 2, Kalebu rau,
12 Juni 2013 budha paing Uye, - penanggal ping 4
13 Juni 2013 wrespati pon Uye, - penanggal ping 5, Titi Buwuk,
14 Juni 2013 sukra wage Uye, - penanggal ping 6 (Purwaning sasih) , (Purwaning dina),
19 Juni 2013 budha wage Menail, - penanggal ping 11, Rangda tiga
20 Juni 2013 wrespati klion Menail, - penanggal ping 12, Rangda tiga
21 Juni 2013 sukra umanis Menail, - penanggal ping 13, Rangda tiga
24 Juni 2013 Soma wage Prangbakat, - pangelong ping 1, Rangda tiga
26 Juni 2013 budha umanis Prangbakat, - pangelong ping 3, Rangda tiga
27 Juni 2013 wrespati paing Prangbakat, - pangelong ping 4, Titi Buwuk, Rangda tiga
28 Juni 2013 sukra pon Prangbakat, - pangelong ping 5, Rangda tiga

JULI 2013
Sasih Sadha = Buruk, Serba kekurangan
Sasih Kasa Shrawana, = Buruk, anak sakit – sakitan

Hari paling baik Nikah di bulan Juli 2013

8 Juli 2013 Soma pon Ugu, - penanggal ping 1, Amerta Yoga
17 Juli 2013 budha paing Wayang, - penanggal ping 10

Kurang baik Nikah di bulan Juli 2013

5 Juli 2013 sukra klion Bala, - pangelong ping 13
10 Juli 2013 budha klion Ugu, - penanggal ping 3 (Purwaning dina), Dina jaya, Kama jaya
12 Juli 2013 sukra paing Ugu, - penanggal ping 5
29 Juli 2013 Soma wage Dukut, - pangelong ping 7, Amerta Yoga
31 Juli 2013 budha umanis Dukut, - pangelong ping 9

Hari Nikah yang dihindari di bulan Juli 2013

1 Juli 2013 Soma umanis Bala, - pangelong ping 8 (Purwaning sasih), Kalebu rau,
3 Juli 2013 budha pon Bala, - pangelong ping 11, Titi Buwuk,
4 Juli 2013 wrespati wage Bala, - pangelong ping 12
11 Juli 2013 wrespati umanis Ugu, - penanggal ping 4
15 Juli 2013 Soma klion Wayang, - penanggal ping 8 (Purwaning sasih),
18 Juli 2013 wrespati pon Wayang, - penanggal ping 11
19 Juli 2013 sukra wage Wayang, - penanggal ping 12 (Purwaning dina),
22 Juli 2013 Soma paing Kelawu, - penanggal ping 15, Kalebu rau, Tanpa guru
24 Juli 2013 budha wage Kelawu, - pangelong ping 2, Tanpa guru
25 Juli 2013 wrespati klion Kelawu, - pangelong ping 3, Tanpa guru
26 Juli 2013 sukra umanis Kelawu, - pangelong ping 4, Tanpa guru

AGUSTUS 2013
Sasih Kasa Shrawana, = Buruk, anak sakit – sakitan
Sasih Karo, Bhadrapada = Buruk, Sengsara

Kurang baik Nikah di bulan Agustus 2013

15 Agustus 2013 Wrespati Umanis Pon Sinta, Penanggal ping 9
16 Agustus 2013 Sukra Paing Pon Sinta, Penanggal ping 10
19 Agustus 2013 Soma Kliwon Landep, Penanggal ping 13, Amerta Yoga
22 Agustus 2013 Wrespati Pon Landep, Pangelong ping 1
26 Agustus 2013 Soma Paing Ukir, Pangelong ping 5
28 Agustus 2013 Budha Wage Ukir, Pangelong ping 7
1 Agustus 2013 Wrespati Paing Dukut, Pangelong ping 10
7 Agustus 2013 Budha Pon Watugunung, Penanggal ping 1
8 Agustus 2013 Wrespati Wage Watugunung, Penanggal ping 2, Dina jaya,
9 Agustus 2013 Sukra Kliwon Watugunung, Penanggal ping 3

Hari Nikah yang dihindari di bulan Agustus 2013

2 Agustus 2013 Sukra Pon Dukut, Pangelong ping 11
5 Agustus 2013 Soma Umanis Watugunung, Pangelong ping 14 (Purwanin Sasih)
12 Agustus 2013 Soma Pon Sinta, Penanggal ping 6 (Purwanin Sasih) Kalebu rau, Sampar Wangke
14 Agustus 2013 Budha Kliwon Pon Sinta, Penanggal ping 8 (Purwanin Sasih) (Purwanin Dina)
21 Agustus 2013 Budha Paing Landep, Penanggal ping 15, Titi Buwuk, Dasa Guna
23 Agustus 2013 Sukra Wage Landep, Pangelong ping 2 (Purwanin Dina) Pati paten,
29 Agustus 2013 Wrespati Kliwon Ukir, Pangelong ping 8 (Purwanin Sasih)
30 Agustus 2013 Sukra Umanis Ukir, Pangelong ping 9, Titi Buwuk,

SEPTEMBER 2013
Sasih Karo, Bhadrapada = Buruk, Sengsara
Sasih Katiga, Asuji = Banyak memiliki keturunan

Hari baik Nikah di bulan September 2013

5 September 2013 Wrespati Paing Kulantir, Penanggal ping 1
6 September 2013 Sukra Pon Kulantir, Penanggal ping 2, Dewasa MESAKAPAN
9 September 2013 Soma Umanis Tolu, Penanggal ping 5, Amerta Yoga, Dina jaya
13 September 2013 Sukra Kliwon Tolu, Penanggal ping 9

Kurang baik Nikah di bulan September 2013

11 September 2013 Budha Pon Tolu, Penanggal ping 7, Titi Buwuk,
20 September 2013 Sukra Paing Gumbreg, Pangelong ping 1, Tanpa guru,
26 September 2013 Wrespati Pon Wariga, Pangelong ping 7, Rangda tiga,

Hari Nikah yang dihindari di bulan September 2013

2 September 2013 Soma Wage Kulantir, Pangelong ping 12, Kalebu rau,
4 September 2013 Budha Umanis Kulantir, Pangelong ping 15, Titi Buwuk,
12 September 2013 Wrespati Wage Tolu, Penanggal ping 8 (Purwanin Sasih)
16 September 2013 Soma Pon Gumbreg, Penanggal ping 12, Tanpa guru,
18 September 2013 Budha Kliwon Gumbreg, Penanggal ping 14 (Purwanin Sasih) (Purwanin Dina) Tanpa guru,
19 September 2013 Wrespati Umanis Gumbreg, Penanggal ping 15, Titi Buwuk, Tanpa guru, Dewa Mentas
23 September 2013 Soma Kliwon Wariga, Pangelong ping 4, Kalebu rau, Sampar wangke, Titi Buwuk, Rangda tiga,
25 September 2013 Budha Paing Wariga, Pangelong ping 6 (Purwanin Sasih) Rangda tiga,
27 September 2013 Sukra Wage Wariga, Pangelong ping 8 (Purwanin Dina) Rangda tiga,
30 September 2013 Soma Paing Warigadean, Pangelong ping 11, Titi Buwuk, Rangda tiga,

OKTOBER 2013
Sasih Katiga, Asuji = Banyak memiliki keturunan
Sasih Kapat, Kartika = murah rejeki

Hari baik Nikah di bulan Oktober 2013

9 Oktober 2013 Budha Umanis Julungwangi, Penanggal ping 5
11 Oktober 2013 Sukra Pon Julungwangi, Penanggal ping 7
17 Oktober 2013 Wrespati Wage Sungsang, Penanggal ping 13
21 Oktober 2013 Soma Pon Dunggulan, Pangelong ping 2

Kurang baik Nikah di bulan Oktober 2013

2 Oktober 2013 Budha Wage Warigadean, Pangelong ping 13, Rangda tiga,
7 Oktober 2013 Soma Wage Julungwangi, Penanggal ping 3, Titi Buwuk,
14 Oktober 2013 Soma Umanis Sungsang, Penanggal ping 10, Kalebu rau,

Hari Nikah yang dihindari di bulan Oktober 2013

3 Oktober 2013 Wrespati Kliwon Warigadean, Pangelong ping 14 (Purwanin Sasih) Rangda tiga,
4 Oktober 2013 Sukra Umanis Warigadean, Pangelong ping 15, Pati Paten, Rangda tiga,
10 Oktober 2013 Wrespati Paing Julungwangi, Penanggal ping 6 (Purwanin Sasih)
16 Oktober 2013 Budha Pon Sungsang, Penanggal ping 12, Titi Buwuk,
18 Oktober 2013 Sukra Kliwon Sungsang, Penanggal ping 14 (Purwanin Sasih)
23 Oktober 2013 Budha Kliwon Dunggulan, Pangelong ping 4 (Purwanin Dina) Uncal Balung,
24 Oktober 2013 Wrespati Umanis Dunggulan, Pangelong ping 5, Uncal Balung,
25 Oktober 2013 Sukra Paing Dunggulan, Pangelong ping 6 (Purwanin Sasih) Uncal Balung, Titi Buwuk,
28 Oktober 2013 Soma Kliwon Kuningan, Pangelong ping 9, Uncal Balung, Tanpa guru,
30 Oktober 2013 Budha Paing Kuningan, Pangelong ping 11, Uncal Balung, Tanpa guru,
31 Oktober 2013 Wrespati Pon Kuningan, Pangelong ping 12, Uncal Balung, Tanpa guru,

NOVEMBER 2013
Sasih Kalima, Margasirsa = Berlimpah, mewah
sehubungan dengan bertepatan dengan UNCAL BALUNG, seharusnya bulan November 2013 tidak ada dewasa ayu melaksanakan upacara pernikahan, tetapi bila bersikeras, berikut alternatifnya

Kurang baik Nikah di bulan November 2013

11 November 2013 Soma Wage Medangsia, Penanggal ping 9, Uncal Balung, Amerta Yoga,
15 November 2013 Sukra Pon Medangsia, Penanggal ping 13, Uncal Balung,

Hari Nikah yang dihindari di bulan November 2013

1 November 2013 Sukra Wage Kuningan, Pangelong ping 13 (Purwanin Dina) Uncal Balung, Titi Buwuk, Tanpa guru,
4 November 2013 Soma Paing Langkir, Penanggal ping 1, Kalebu rau, Uncal Balung, Sampar wangke,
6 November 2013 Budha Wage Langkir, Penanggal ping 4, Uncal Balung,
7 November 2013 Wrespati Kliwon Langkir, Penanggal ping 5, Uncal Balung, Titi Buwuk,
8 November 2013 Sukra Umanis Langkir, Penanggal ping 6 (Purwanin Sasih) Uncal Balung,
13 November 2013 Budha Umanis Medangsia, Penanggal ping 11, Uncal Balung,
14 November 2013 Wrespati Paing Medangsia, Penanggal ping 12, Uncal Balung, Titi Buwuk,
18 November 2013 Soma Umanis Pujut, Pangelong ping 1, Uncal Balung, Rangda tiga,
20 November 2013 Budha Pon Pujut, Pangelong ping 3, Uncal Balung, Rangda tiga,
21 November 2013 Wrespati Wage Pujut, Pangelong ping 4, Uncal Balung, Rangda tiga,
22 November 2013 Sukra Kliwon Pujut, Pangelong ping 5, Uncal Balung, Titi Buwuk, Rangda tiga,
25 November 2013 Soma Pon Pahang, Pangelong ping 8 (Purwanin Sasih) Kalebu rau, Uncal Balung, Rangda tiga,
27 November 2013 Budha Kliwon Pahang, Pangelong ping 10 (Purwanin Dina), Uncal Balung, Rangda tiga,
28 November 2013 Wrespati Umanis Pahang, Pangelong ping 11, Rangda tiga,
29 November 2013 Sukra Paing Pahang, Pangelong ping 12, Titi Buwuk, Rangda tiga,

DESEMBER 2013
Sasih Kanem, Pausya = Buruk, susah memiliki keturunan

Hari baik Nikah di bulan Desember 2013

4 Desember 2013 Budha Paing Krulut, Penanggal ping 2, Kama jaya,

Kurang baik Nikah di bulan Desember 2013

9 Desember 2013 Soma Paing Merakih, Penanggal ping 7
11 Desember 2013 Budha Wage Merakih, Penanggal ping 9
12 Desember 2013 Wrespati Kliwon Merakih, Penanggal ping 10
19 Desember 2013 Wrespati Paing Tambir, Pangelong ping 2
20 Desember 2013 Sukra Pon Tambir, Pangelong ping 3
30 Desember 2013 Soma Pon Matal, Pangelong ping 13

Hari Nikah yang dihindari di bulan Desember 2013

2 Desember 2013 Soma Kliwon Krulut, Pangelong ping 15, Kalebu rau, Amerta Yoga
5 Desember 2013 Wrespati Pon Krulut, Penanggal ping 3, Titi Buwuk,
6 Desember 2013 Sukra Wage Krulut, Penanggal ping 4 (Purwanin Dina)
13 Desember 2013 Sukra Umanis Merakih, Penanggal ping 11
16 Desember 2013 Soma Wage Tambir, Penanggal ping 14 (Purwanin Sasih) Kalebu rau, Sampar wangke,
18 Desember 2013 Budha Umanis Tambir, Pangelong ping 1, Titi Buwuk,
23 Desember 2013 Soma Umanis Medangkungan, Pangelong ping 6 (Purwanin Sasih) Titi Buwuk, Tanpa guru, Amerta Yoga
25 Desember 2013 Budha Pon Medangkungan, Pangelong ping 8 (Purwanin Sasih) Tanpa guru,
26 Desember 2013 Wrespati Wage Medangkungan, Pangelong ping 9, Tanpa guru,
27 Desember 2013 Sukra Kliwon Medangkungan, Pangelong ping 10, Pati paten, Tanpa guru,
 
Dewasa Ayu Pawiwahan 2013 yang paling memungkinkan mendapatkan keselamatan dalam mengawali kehidupan baru mengadakan Upacara Pawiwahan adalah:

    13 Maret 2013 Budha Umanis Julungwangi, Penanggal ping 2, Kama Jaya Sasih Kedasa
    5 September 2013 Wrespati Paing Kulantir, Penanggal ping 1 Sasih katiga
    6 September 2013 Sukra Pon Kulantir, Penanggal ping 2, Dewasa MESAKAPAN Sasih katiga
    9 September 2013 Soma Umanis Tolu, Penanggal ping 5, Amerta Yoga, Dina jaya Sasih katiga
    13 September 2013 Sukra Kliwon Tolu, Penanggal ping 9 Sasih katiga
    9 Oktober 2013 Budha Umanis Julungwangi, Penanggal ping 5 Sasih Kapat
    11 Oktober 2013 Sukra Pon Julungwangi, Penanggal ping 7 Sasih Kapat
    17 Oktober 2013 Wrespati Wage Sungsang, Penanggal ping 13 Sasih Kapat

Demikian dulu sekilas tentang Dewasa Ayu Pawiwahan 2013 semoga pengunjung yang mempunyai rencanakan melaksanakan Upacara Pawiwahan memiliki gambaran awal untuk menentukan Dewasa Ayu Pawiwahan di tahun 2013 ini, sehingga bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Label:

posted by I Made Artawan @ 01.42   0 comments
Pratisentana Sira Arya Kanuruhan – Pasek Tangkas Kori Agung (PSAK-PTKA) Sibetan Karangasem Bali Mengadakan Ngaben Massal
Rabu, 20 Februari 2013
Pratisentana Sira Arya Kanuruhan – Pasek Tangkas Kori Agung (PSAK-PTKA) Sibetan Karangasem Bali berencana menggelar Upacara Ngaben Massal tingkat kabupaten dengan 306 sawa. Puncak acara rencananya akan dilaksanakan pada 17 Juli 2013. Untuk mengawali upacara tersebut, Minggu 10 Februari 2013 telah dilaksanakan Upacara Ngeruak Karang dan Ngantukang Sri mengambil lokasi di Pura Penyatur Tengah Bukit Ambuh Sibetan. Menurut penjelasan Prawartaka Karya Jro I Komang Kisid, rintisan melaksanakan upacara ngaben massal harus terus dilakukan, baik ditingkat desa maupun kecamatan untuk motivasi masyarakat supaya lebih memahami hakikat upacara yadnya yang tepat, sesuai sastra agama tidak membebani umat. Untuk itu Pratisentana Sira Arya kanuruhan – Pasek Tangkas Kori Agung Sibetan Karangasem Bali juga memprakarsai pelaksanaan upacara ngaben massal tingkat kabupaten dengan menerima peserta dari semua kecamatan.
 
Pelaksanaan Upacara Pitra Yadnya yang mengambil tingkat utamaning utama menggunakan sarana tiga bade dan satu petulangan singa serta direncanakan bisa dipuput oleh perwakilan sulinggih tiap – tiap kecamatan. Sementara anggaran yang direncanakan untuk membiayai upacara ngaben massal yang dirangkaikan dengan Upacara Ngeroras – Nyapu Leger – Natak Tiis Metatah – Nelu Bulanin – Ngotonin dan Ngelinggihang. Bupati Karangasem Bali I Wayan Geredeg, S.H mengatakan untuk membantu mengurangi adanya tekanan beban secara materiil dari umat Hindu dalam melaksanakan yadnya, khususnya Pitra Yadnya dari tradisi bermewah – mewah perlu terus digalakkan model pelaksanaan ngaben massal atau Pitra Yadnya massal diklangan umat hindu.
 
Dikatakan semeton karangasem hendaknya dapat lebih memaknai proses upakara secara lebih arif dan bijaksana termasuk efesian dalam segi pembiayaannya. Sebgai pengamalan dharma agama pelaksanaan ritual pengabenan, merupakan media bakti kepada leluhur sebagai kewajiban rasa hormat Pratisentana kepada kawitan yang menjadi sumber dari keberadaan hidupnya yang mempercayai sebagai utang atau Rna kepada Leluhur. Kewajiban melaksanakan upacara Pitra Yadnya dewasa ini selayaknya disesuaikan dengan kemampuan umat khususnya dilandasi rada tulus dan berpedoman pada landasan Sastra seperti lontar Yama Purana Tatwa – Dewa Tatwa – Pruwa Bumi dan yang lainnya. Peletuk Yadnya yang mengatur tentang Tata Titining pelaksanaan upacara Pitra Yadnya. Ditekankan kini sudah tidak zamannya lagi umat melaksanakan yadnya yang berkategori Tamasika Yadnya atau yang menonjolkan kemewahan, melaikan harus dilakukan secara tulus dan iklas dengan seefisien mungkin sehingga tidak memberatkan umat. Pemkad Karangasem akan mendukung penuh umat yang berhasil melaksanakan upacara secara massal dan bakal membantu melalui bantuan social sesuai kemampuan keuangan daerah. Dalam upacara Ngeruak hadir ketua Umaum I Nengah Sumardi, S.E M.Si dan Prawartaka Karya lainnya I Nyoman Sepel Dianta.
posted by I Made Artawan @ 03.32   2 comments
Puncak Karya Agung Mamungkah, Nubung Pedagingan dan Ngenteg Linggih di Pura Pusat Kawitan Tangkas Kori Agung
Rabu, 02 Januari 2013
Hari ini Wrespati Wage Sungsang - Kamis, 23 Agustus 2012 merupakan PUNCAK Karya Agung Mamungkah, Nubung Pedagingan dan Ngenteg Linggih di Pura Pusat Kawitan Tangkas Kori Agung di Desa Tangkas Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung. Hal itu disampaikan Koordinator Humas Karya Drs. Gde Nurjaya, M.M di dampingi panitia Komang Agus Sudyatmika dan Putu Antara. Pelaksanaan Karya Agung Mamungkah, Nubung Pedagingan dan Ngenteg Linggih di Pura Pusat Kawitan Tangkas Kori Agung ini sudah dimulai sejak 6 April 2012 lalu yang diawali dengan prosesi ritual Matur Piuning. Pada puncak karya hari ini Kamis, 23 Agustus 2012 dilangsungkan Upacara Pengebek, Pengenteg, Pengodal Agung, Paselang dan Pedanan yang di-puput oleh sembilan sulinggih.

Dengan susunan Panitia Karya sebagai berikut :
  • Yajamana karya Ida Pedanda Gede Putra Tembau dari Gria Gede Aan
  • Prawartaka Karya Ir. I Wayan Sukasta, P.M.
  • Penasihat Wayan Candra (Bupati Klungkung) dan Wayan Geredeg (Bupati Karangasem)
  • Pengerajeg Karya Prof. Dr. Ir. Nyoman Suparta, M.S., M.M.
  • Pengajeng Karya/Penglingsir Drs. I Nyoman Oka Bagiartha
  • Klian Pengempon Pura Pusat Kawitan Tangkas Kori Agung I Nengah Dirga Yusa.
Ditambahkannya, sebelum pelaksanaan karya agung ini, ada perluasan areal pura dari sebelumnya 23 are sekarang menjadi 75 are serta diikuti dengan perbaikan sejumlah palinggih seperti palinggih meru tumpang lima, palinggih meru tumpang tiga, palinggih gedong, bale kulkul, candi bentar, palinggih Ratu Tapakan dan sebagainya. Di pura ini dipuja Batara Lingsir, Sire Arya Kanuruhan beserta pertisentana dan Pangeran Tangkas Kori Agung yang mempunyai tiga putra yaitu Kiyai Brangsinga, Kiyai Tangkas dan Kiyai Pegatepan.

Dikatakannya, pada 18 Agustus lalu telah dilangsungkan upacara mendem pedagingan yang dihadiri Gubernur Bali yang diwakili Sekda Bali, para bupati dan ketua DPRD kabupaten/kota se-Bali. "Melalui pelaksanaan karya ini kami mohon kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa dan Batara Kawitan agar jagat beserta isinya diberkati kerahayuan, kasukerthan dan kedamaian," ujarnya.

Pura Pusat Kawitan Tangkas Kori Agung di-sungsung oleh sekitar 40 ribu KK warga Tangkas Kori Agung yang tersebar di Bali dan luar Bali. Biaya pelaksanaan karya agung ini dianggarkan sekitar Rp 1,6 miliar yang bersumber dari dana punia dan pepeson wajib Rp 20 ribu per KK, beras 2 kg dan dua kepeng jinah bolong panca datu.

Karya agung seperti ini sebelumnya sempat dilangsungkan pada tahun 1956, kemudian tahun 1985 dan sekarang 2012. Sesuai sastra agama, kata Nurjaya, karya agung Mamungkah, Nubung Pedagingan lan Ngenteg Linggih mesti dilangsungkan setiap 25 tahun sekali.
posted by I Made Artawan @ 18.41   0 comments
Perthi Sentana Tangkas Kori Agung Melasti Ring Segara Watu Klotok Klungkung Bali
Minggu, 26 Agustus 2012
 Hari ini Senin, 20 Agustus 2012 tepatnya Soma Umanis Sungsang 20 Agustus 2012 Perthi Sentana Tangkas Kori Agung melaksanakan upacara melasti di Segara Watu Klotok Klungkung Bali yang pelaksanaannya dimulai sejak jam 07.00 wita. Adapun makna dari upacara melasti sesuai yang tertulis dalam Lontar Sang Hyang Aji Swamandala yang berbunyi :  
Melasti ngarania ngiring prewatek Dewata anganyutaken laraning jagat papa klesa, letuhing bhuwana.
Maksudnya: Melasti adalah meningkatkan Sraddha dan Bhakti pada para Dewata manifestasi Tuhan Yang Mahaesa untuk menghanyutkan penderitaan masyarakat, menghilangkan papa klesa dan mencegah kerusakan alam. Upacara melasti sebagai pendahuluan dari Puncak Karya Memungkah lan Ngenteg Linggih di Pura Pusat Kawitan Tangkas Kori Agung pada Wrespati Wage Sungsang - Kamis, 23 Agustus 2012. Dalam kutipan Lontar Sang Hyang Aji Swamandala menjelaskan empat tujuan Melasti tujuannya yang tertinggi dinyatakan dalam Lontar Sunarigama yang dinyatakan dalam bahasa Jawa Kuno sebagai berikut : ”Melasti ngaran amet sarining amertha kamandalu ring telenging segara. ” Maksudnya: Dengan Melasti mengambil sari-sari kehidupan di tengah samudra. Dua kutipan Lontar tersebut sudah amat jelas menjelaskan bahwa makna upacara Melasti itu sebagai proses untuk mengingatkan umat manusia akan makna tujuan hidupnya di bumi ini. Tuhan telah menciptakan berbagai sumber alam sebagai wahana dan sarana kehidupan bagi umat manusia hidup di bumi ini. Untuk hidup di bumi ini hendaknya menggunakan sari-sari alam ciptaan Tuhan. Ini artinya hendaknya dihindari mengeksploitasi sumber alam ini secara berlebihan. Adapun makna dari Upacara melasti adalah sebagai berikut :
  1. Ngiring Prawatek Dewata. Artinya membangun sikap hidup untuk senantiasa menguatkan sraddha bhakti serta patuh pada tuntunan para Dewata sinar suci Tuhan. Umat Hindu di Bali melakukan Upacara Melasti dengan melakukan pawai keagamaan yang di Bali disebut mapeed untuk melakukan perjalanan suci menuju sumber air seperti laut dan sungai atau mata air lainnya yang dianggap memiliki nilai sakral secara keagamaan Hindu. Saat perjalanan suci dengan mapeed itu umat diharapkan melakukan bhakti pada Dewata manifestasi Tuhan dengan simbol-simbol sakral yang lewat di depan rumahnya atau sembahyang bersama saat sudah di tepi laut atau sungai.
  2. Anganyutaken Laraning Jagat. Artinya dengan Upacara Melasti umat dimotivasi secara ritual untuk membangkitkan spiritual kita untuk berusaha menghilangkan Laraning Jagat. Istilah Laraning Jagat ini memang sulit sekali mencari padanannya agar ia tidak kehilangan makna. Kata Lara dan Jagat sudah sangat dipahami oleh umat Hindu. Lara ini agak mirip dengan hidup menderita. Hanya yang disebut dengan Lara tidaklah semata-mata orang yang miskin materi. Banyak juga orang kaya, orang berkuasa, orang yang berpendidikan tinggi, keturunan bangsawan hidupnya Lara. Orang kaya menggunakan kekayaannya untuk membangkitkan kehidupan yang mengumbar hawa nafsu. Kekuasaan dijadikan media untuk mengembangkan ego untuk sombong atau menggunakan kekuasaan untuk mengeruk keuntungan pribadi bukan untuk mengabdi pada mereka yang menderita. Demikian juga banyak ilmuwan menjadi sombong karena merasa diri pintar. Banyak juga orang yang meninggi-ninggikan kewangsaannya. Sifat-sifat yang negatif itulah yang akan menimbulkan disharmoni dalam kehidupan bermasyarakat. Jadinya menghilangkan Laraning Jagat hendaknya diaktualisasikan untuk menghilangkan sumber penderitaan masyarakat baik yang bersifat Niskala maupun yang bersifat Sekala.
  3. Anganyutaken Papa Klesa. Para Pinandita maupun Pandita dalam mengantarkan Upacara Keagamaan Hindu selalu mengucapkan Mantram: Om Papa Klesa Winasanam. Mantram ini hampir tidak pernah dilupakan. Arti Mantram tersebut adalah: Ya Tuhan semoga Papa Klesa itu terbinasakan. Hidup yang ”papa” disebabkan oleh sifat-sifat klesa yang mendominasi diri pribadi manusia. Mengenai Klesa sebagai lima kekuatan negatif yang dibawa oleh Unsur Predana sudah diterangkan di bagian depan dari tulisan ini. Lima klesa yaitu Awidya, Asmita, Raga, Dwesa dan Abhiniwesa. Kelima hal inilah yang harus diatasi agar jangan hidup ini menjadi papa. Hidup yang papa itu adalah hidup yang berjalan jauh di luar garis Dharma yang membawa orang semakin jauh dari Tuhan.
  4. Anganyuntaken Letuhing Bhuwana. Yang dimaksud dengan Bhuwana yang ”Letuh” adalah alam yang tidak lestari. Letuh artinya kotor lahir batin. Atau dalam istilah Sarasamuscaya disebut Abhuta Hita artinya alam yang tidak lestari. Bhuta artinya unsur yang ada. Bhuta itu ada lima sehingga disebut Panca Maha Bhuta. Lima Bhuta tersebut adalah: pertiwi, apah, bayu, teja dan akasa. Lima unsur alam itulah yang wajib kita jaga kesejahteraannya. Jangan lima unsur Bhuta itu diganggu kelestariannya. Jadinya Upacara Melasti itu adalah untuk menanam nilai-nilai filosofis tersebut, sehingga setiap orang termotivasi untuk melakukan tiga langkah tersebut dalam hidupnya secara sadar dan terencana sebagai wujud bhakti pada Tuhan. Tentunya Upacara Melasti akan menjadi mubazir kalau bhakti kita pada Tuhan tidak diwujudkan untuk membenahi diri dengan menjadikan informasi agama sebagai kekuatan melakukan transformasi diri menghilangkan Panca Klesa. Dari diri yang berubah itulah, kita meningkatkan kepedulian kita pada perbaikan sosial yang disebut ”Anganyutaken laraning jagat”. Selanjutnya Melasti untuk memotivasi umat melakukan upaya pelestarian alam lingkungan.

posted by I Made Artawan @ 00.25   0 comments
Karya Agung Memungkah, Mubung Pedagingan Lan Ngenteg Linggih Pura Pusat Kawitan Tangkas Kori Agung
Minggu, 20 Mei 2012
Sehubungan akan dilaksanakannya Karya Agung Memungkah, Mubung Pedagingan lan Ngenteg Linggih ring Pura Pusat Kawitan Tangkas Kori Agung yang puncak karyanya akan dilaksanakan pada  Wrespati Wage Sunsang - Kamis,  23 Agustus 2012 dengan Pepalihan Upacara sebagai berikut : 
  1. Tanggal 06 April 2012, Sukra Kliwon Medangkungan : Matur piuning / mapejati ring Pura Kahyangan Tiga Desa Pakraman Tangkas mwang Pura - pura sane kabuatang.
  2. Tanggal 07 Arpil 2012, Saniscara Umanis Medangkungan : Nanceb Taring mwang wewangunan tiosan malih.
  3. Tanggal 20 Mei 2012, Redite Wage Wayang : Nunggilang wyadin nyakapang Palemahan Pura.
  4. Tanggal 01 Juni 2012, Sukra Umanis Klawu : Nuur Tirta, Ngingsah mwang Sidakarya (Tirta Empul Tampak Siring , Sidakarya Badung)
  5. Tanggal 04 Juni 2012, Soma Wage Dukut : Nuasen Karya, ngawit nyuci, negtegang beras, ngunggahang sunari, mapengalang .
  6. Tanggal 18 Juli 2012, Buda Pon Taulu : Memineh Empehan, mekarya Minyak Catur.
  7. Tanggal 12 Agustus 2012 : Ngajum Pedagingan.
  8. Tanggal 17 Agustus 2012, Sukra Pon Julungwangi : Mapapada Tawur Balik Sumpah Agung.
  9. Tanggal 18 Agustus 2012, Saniscara Wage ulungwangi : Tawur Balik Sumpah Agung, Melaspas, Mendem Pedagingan.
  10. Tanggal 19 Agustus 2012, Redite Kliwon Sungsang : Nuwur Tirta Upasaksi Karya kurang lebih 30 lokasi.
  11. Tanggal 20 Agustus 2012, Soma Umanis Sungsang : Ngaturang Caru Manca Klud ring tepi segara, melasti, mwang mapekelem saha nuur tirta.
  12. Tanggal 22 Agustus 2012, Buda Pon Sungsang : Mapapada Karya mwang memben.
  13. Tanggal 23 Agustus 2012, Wrespati Wage Sungsang : PUNCAK KARYA.
  14. Tanggal 24 Agustus 2012, Sukra Kliwon Sungsang : Penganyar Kabupaten Karangasem.
  15. Tanggal 25 Agustus 2012, Saniscara Umanis Sungsang : Penganyar Kabupaten Bangli.
  16. Tanggal 26 Agustus 2012, Redite Paing Dungulan : Penganyar Kabupaten Gianyar.
  17. Tanggal 27 Agustus 2012, Soma Pon Dungulan : Penganyar Kabupaten Badung / Kota Denpasar.
  18. Tanggal 28 Agustus 2012, Anggara Wage Dungulan : Penganyar Panitia.
  19. Tanggal 29 Agustus 2012, Buda Kliwon Dungulan : Penganyar Kabupaten Klungkung.
  20. Tanggal 30 Agustus 2012, Wraspati Umanis Dungulan : Penganyar Kabupaten Buleleng.
  21. Tanggal 31 Agustus 2012, Sukra Paing Dungulan : Nyenuk, Mekebat Daun - Panitia.
  22. Tanggal 01 September 2012, Saniscara Pon Dungulan : Penganyar Kabupaten Jembrana.
  23. Tanggal 02 September 2012, Redite Wage Kuningan : Rsi Bhojana.
  24. Tanggal 03 September 2012, Soma Kliwon Kuningan : Penganyar Kabupaten Tabanan.
  25. Tanggal 04 September 2012, Anggara Umanis Kuningan : Penyineb mwang mendem Bagia Pula Kethi.
  26. Tanggal 09 September 2012, Redite Umanis Langkir : Me - Ajar - ajar di Goa Lawah.
Demikian urutan Karya Agung Memungkah, Mubung Pedagingan lan Ngenteg Linggih ring Pura Pusat Kawitan Tangkas Kori Agung yang Puncak Karya nya dilaksanakan pada Kamis, 23 Agustus 2012. Semoga Ida Betara Kawitan selalu memberikan Sinar Suci-Nya kepada kita sekalian.
 
posted by I Made Artawan @ 19.27   2 comments
Hari Raya Kuningan 11 Februari 2012
Senin, 13 Februari 2012
Sabtu 11 Februari 2012 umat hindu kembali merayakan Hari Raya Kuningan. Hari Raya Kuningan diperingati setiap 210 hari atau 6 bulan sekali dalam kalender Bali tepatnya pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan. (1 bulan dalam kalender Bali = 35 hari)

Di hari suci diceritakan Ida Sang Hyang Widi turun ke dunia untuk memberikan berkah kesejahteraan buat seluruh umat di dunia. Sering juga diyakini, pelaksanaan upacara pada hari raya Kuningan sebaiknya dilakukan sebelum tengah hari, sebelum waktu para Betara kembali ke sorga.

Kuningan adalah rangkaian upacara Galungan, 10 hari sebelum Kuningan. Pada hari itu dibuat nasi kuning, lambang kemakmuran dan dihaturkan sesajen-sesajen sebagai tanda terimakasih dan suksmaning idep kita sebagai manusia (umat) menerima anugrah dari Hyang Widhi berupa bahan-bahan sandang dan pangan yang semuanya itu dilimpahkan oleh beliau kepada umatNya atas dasar cinta-kasihnya. Di dalam tebog atau selanggi yang berisi nasi kuning tersebut dipancangkan sebuah wayang-wayangan yang melimpahkan anugrah kemakmuran kepada kita semua.
posted by I Made Artawan @ 18.33   0 comments
Penyadur

Name: I Made Artawan
Home: Br. Gunung Rata, Getakan, Klungkung, Bali, Indonesia
About Me: Perthi Sentana Arya Tangkas Kori Agung
See my complete profile
Artikel Hindu
Arsip Bulanan
Situs Pendukung
Link Exchange

Powered by

Free Blogger Templates

BLOGGER

Rarisang Mapunia
© 2006 Arya Tangkas Kori Agung .All rights reserved. Pasek Tangkas