Arya Tangkas Kori Agung

Om AWIGHNAMASTU NAMOSIDDHAM, Terlebih dahulu, kami haturkan pangaksama mohon maaf sebesar - besarnya ke hadapan Ida Hyang Parama Kawi - Tuhan Yang Maha Esa serta Batara - Batari junjungan dan leluhur semuanya. Agar supaya, tatkala menceriterakan keberadaan para leluhur yang telah pulang ke Nirwana, kami terlepas dari kutuk dan neraka.

 
Refrensi Pasek Tangkas
Untuk menambah Referensi tentang Arya Tangkas Kori Agung, Silsilah Pasek Tangkas, Babad Pasek Tangkas, Perthi Sentana Pasek Tangkas, Wangsa Pasek Tangkas, Soroh Pasek Tangkas, Pedharman Pasek Tangkas, Keluarga Pasek Tangkas, Cerita Pasek Tangkas. Saya mengharapkan sumbangsih saudara pengunjung untuk bisa berbagi mengenai informasi apapun yang berkaitan dengan Arya Tangkas Kori Agung seperti Kegiatan yang dilaksanakan oleh Keluarga Arya Tangkas Kori Agung, Pura Pedharman Arya Tangkas Kori Agung, Pura Paibon atau Sanggah Gede Keluarga Arya Tangkas Kori Agung, Keluarga Arya Tangkas Kori Agung dimanapun Berada Termasuk di Bali - Indonesia - Belahan Dunia Lainnya, sehingga kita sama - sama bisa berbagi, bisa berkenalan, maupun mengetahui lebih banyak tentang Arya Tangkas Kori Agung. Media ini dibuat bukan untuk mengkotak - kotakkan soroh atau sejenisnya tetapi murni hanya untuk mempermudah mencari Refrensi Arya Tangkas Kori Agung.
Dana Punia
Dana Punia Untuk Pura Pengayengan Tangkas di Karang Medain Lombok - Nusa Tenggara Barat


Punia Masuk Hari ini :

==================

Jumlah Punia hari ini Rp.

Jumlah Punia sebelumnya Rp.

==================

Jumlah Punia seluruhnya RP.

Bagi Umat Sedharma maupun Semetonan Prethisentana yang ingin beryadya silahkan menghubungi Ketua Panitia Karya. Semoga niat baik Umat Sedharma mendapatkan Waranugraha dari Ida Sanghyang Widhi – Tuhan Yang Maha Esa.

Rekening Dana Punia
Bank BNI Cab Mataram
No. Rekening. : 0123672349
Atas Nama : I Komang Rupadha (Panitia Karya)
Pura Lempuyang
Pura Lempuyang Luhur terletak di puncak Bukit Bisbis atau Gunung Lempuyang, ... Pura Lempuyang itu merupakan stana Hyang Gni Jaya atau Dewa Iswara.
Berbakti
Janji bagi yang Berbakti kepada Leluhur BERBAKTI kepada leluhur dalam rangka berbakti kepada Tuhan sangat dianjurkan dalam kehidupan beragama Hindu. Dalam Mantra Rgveda X.15 1 s.d. 12 dijelaskan tentang pemujaan leluhur untuk memperkuat pemujaan kepada Tuhan. Dalam Bhagawad Gita diajarkan kalau hanya berbakti pada bhuta akan sampai pada bhuta. Jika hanya kepada leluhur akan sampai pada leluhur, kalau berbakti kepada Dewa akan sampai pada Dewa.
Mantram Berbakti
Berbakti kepada Leluhur Abhivaadanasiilasya nityam vrdhopasevinah, Catvaari tasya vardhante kiirtiraayuryaso balam. (Sarasamuscaya 250) Maksudnya: Pahala bagi yang berbakti kepada leluhur ada empat yaitu: kirti, ayusa, bala, dan yasa. Kirti adalah kemasyuran, ayusa artinya umur panjang, bala artinya kekuatan hidup, dan yasa artinya berbuat jasa dalam kehidupan. Hal itu akan makin sempurna sebagai pahala berbakti pada leluhur.
Ongkara
"Ongkara", Panggilan Tuhan yang Pertama Penempatan bangunan suci di kiri-kanan Kori Agung atau Candi Kurung di Pura Penataran Agung Besakih memiliki arti yang mahapenting dan utama dalam sistem pemujaan Hindu di Besakih. Karena dalam konsep Siwa Paksa, Tuhan dipuja dalam sebutan Parama Siwa, Sada Siwa dan Siwa sebagai jiwa agung alam semesta. Sebutan itu pun bersumber dari Omkara Mantra. Apa dan seperti apa filosofi upacara dan bentuk bangunan di pura itu?
Gayatri Mantram
Gayatri Mantram Stuta maya varada vedamata pracodayantam pavamani dvijanam. Ayuh pranam prajam pasum kirtim dravinan brahmawarcasam Mahyam dattwa vrajata brahmalokam. Gayatri mantram yang diakhiri dengan kata pracodayat, adalah ibunya dari empat veda (Rgveda, Yayurveda, Samaveda, Atharwaveda) dan yang mensucikan semua dosa para dvija. Oleha karena itu saya selalu mengucapkan dan memuja mantram tersebut. Gayatri mantram ini memberikan umur panjang, prana dan keturunan yang baik, pelindung binatang, pemberi kemasyuran, pemberi kekayaan, dan memberi cahaya yang sempurna. Oh Tuhan berikanlah jalan moksa padaku.
Dotlahpis property
Image and video hosting by TinyPic
Metatah - Mepandes
Kamis, 31 Juli 2008
Metatah - Mepandes - Potong Gigi menurut hindu bertujuan untuk mengurangi pengaruh Sad Ripu yang ada pada diri si anak.

Sarana Metatah - Mepandes - Potong Gigi :
  1. Sajen sorohan dan suci untuk persaksian kepada Hyang Widhi Wasa.
  2. Sajen pabhyakalan prayascita, panglukatan, alat untuk memotong gigi beserta perlengkapannya seperti: cermin, alat pengasah gigi, kain untuk rurub serta sebuah cincin dan permata, tempat tidur yang sudah dihias.
  3. Sajen peras daksina, ajuman dan canang sari, kelapa gading dan sebuah bokor.
  4. Alat pengganjal yang dibuat dari potongan kayu dadap. Belakangan dipakai tebu, supaya lebih enak rasanya.
  5. Pengurip-urip yang terdiri dari kunir serta pecanangan lengkap dengan isinya.
Upacara Metatah - Mepandes - Potong Gigi dilaksanakan oleh Pandita/Pinandita 'dan dibantu oieh seorang sangging (sebagai pelaksana langsung).

Upacara Metatah - Mepandes - Potong Gigi ini dilaksanakan setelah anak meningkat dewasa, namun sebaiknya sebelum anak itu kawin. Dalam keadaan tertentu dapat pula dilaksanakan setelah berumah tangga.

posted by Arya Tangkas Kori Agung @ 02.36   0 comments
Doa untuk Bayi Baru Lahir
Rabu, 30 Juli 2008
Ucapan doa untuk bayi yang baru lahir setelah dibersihkan oleh dokter atau perawat, langsung bisikkan ditelinganya mantram-mantram sebagai berikut :

Maha Mantra Gayatri: OM BHUR BHUVAH SVAH, TAT SAVITUR VARENYAM, BHARGO DEVASYA DHIMAHI, DHIYO YO NAH PRACODAYAT Artinya: Ya Tuhan, Hyang Widhi, yang patut dipuja di ketiga dunia ini (Bhur, Bhuvah, dan Svah) yang memberikan kecemerlangan, semoga ia memberikan pencerahan kepada kecerdasan.

Maha Mantra Gayatri disebut juga sebagai Mantra Savitri atau Mantra Savita, sebagai ibu dari Veda yang memberikan pencerahan kepada kecerdasan dalam menapak kehidupan menuju kesempurnaan. Bisikkan Maha Mantra Gayatri tiga kali masing-masing ditelinga kanan (dharma) dan kemudian di telinga kiri (sakti).

Lanjutkan dengan mantram dari Rgveda IV.53.6: OM BRHATSUMNAH PRASAVITA NIVESANO, JAGATAH STHATURUBHAYASYA YO VASI, SA NO DEVAH SAVITA SARMA YACCHATVASME, KSAYAYA TRIVARUTHAM AMHASAH. Artinya: Ya Tuhan, Hyang Widhi, yang maha pengasih, dan memberi kehidupan pada alam, menegakkan dan mengatur semua baik yang bergerak maupun yang tidak, semoga Ia memberikan anugrah-Nya untuk ketentraman dan kemampuan menghindari kejahatan.
posted by Arya Tangkas Kori Agung @ 00.48   1 comments
Doa Mohon Kesembuhan
Doa untuk mohon kesembuhan dll. adalah Gayatri Mantram atau lebih tegas lagi VAIDIKA GAYATRI:

OM BHUR BHUVAH SVAH;
OM TAT SAVITUR VARENYAM,
BHARGO DEVASYA DHIMAHI,
DHIYO YO NAH PRACODAYAT.

Ucapkanlah mantram ini berulang-ulang sebanyak-banyaknya kalau bisa sampai 108 kali, dan paling baik jika dibantu sebuah ganitri atau japa mala (tasbih) di mana setiap mengucapkan satu bait maka satu biji ganitri ditarik kedalam ke arah kita.

Cara menggunakan ganitri adalah: Terdiri dari 108 biji atau 54 atau 27, bisa dibeli di toko-kios souvenir di Tampaksiring, Goa Gajah, dll. atau buat sendiri dari bahan: buah ganitri, atau kayu cendana, atau batu permata (mutiara, akik, dll) menurut kemampuan anda.

Pegang dengan tangan kanan, di mana telunjuk lurus keatas, dan ibu jari serta jari tengah memegang lingkaran ganitri, ibu jari menarik biji ganitri satu persatu setiap selesai mengucapkan satu bait Gayatri Mantram. Jari manis dan kelingking ditekuk. Sikap duduk atau berdiri atau berbaring yang relax saja. Pikiran konsentrasi pada kebesaran Hyang Widhi.

Mantram Gayatri menurut Narayana Upanisad ada 20 macam.

Jika ingin memperdalam agar membaca Buku GAYATRI SADHANA, Maha mantra menurut Weda, I Wayan Maswinara, Penerbit Paramita Surabaya 1997.

Di samping itu untuk menggetarkan vibrasi kesucian dirumah boleh memutar kaset Gayatri Mantram yang kini sudah banyak dijual di toko-toko.

posted by Arya Tangkas Kori Agung @ 00.36   0 comments
Leluhur Orang Bali
Dalam phalawakya prasasti Abasan tertulis, “Ksamakna hulun de Hyang Mami, mwang Dewa Bhatara makadi Hyang Kawitan, moghi hulun tan kneng upadrawa tulah pamidi, nimitaning hulun, ngutaraken katatwan ira, sang wusamungguh ring tmagawasa, lepihaning kawitan, kang wenang kasungsung de treh….

Yang artinya, “Maafkanlah hamba oleh junjungan hamba, dan para dewa-dewa pelindung, seperti halnya para leluhur, semoga hamba tidak mendapat kutukan, lancang, sebab hamba akan menuturkan perihalnya beliau, yang telah bersthana pada lempengan tembaga, lempiran leluhur, yang seharusnya dijunjung oleh turunan…”

Demikianlah pendahuluan dalam mengutarakan suatu sejarah yang telah berwujud gaib, menyatu dengan Hyang Widhi, dengan harapan dapat dimaafkan atas kelancangannya menyebut-nyebut nama beliau, semoga tidak mendapat kutukan bagi penuturnya.

Sejarah Bali dalam hal ini yang diutarakan terbatas pada kemampuan kami dalam mengumpulkan berbagai sumber sejarah, salah satunya adalah dalam buku yang “Leluhur orang Bali “ karya Drs. I Nyoman Singgih Wikarman yang terbatas pada orang-orang bali sebagai pewaris nilai-nilai yang diturunkannya. Jadi mereka adalah penduduk bali yang beragama Hindu, yang meyakini dan melaksanakan ajaran agama leluhurnya.

Salah satu nilai-nilai yang diturunkan adalah ikatan kekeluargaan (klan) yang disebut dengan pungkusan, soroh atau wangsa, hal inilah yang menjadi petunjuk siapa nama leluhur mereka dan siapa yang menurunkannya.

Menurut sumber babad, usada, prasasti, bancangah dan lain sebagainya, leluhur orang bali selalu dikaitkan dengan nama orang-orang besar dan suci dari kerajaan-kerajaan di Jawa seperti Majapahit, Singasari, Kediri dan lain sebagainya sepanjang dapat ditelusuri. Demikian pula dikaitkan dengan Dewa, bahkan Sang Pencipta (Dewa Brahma atau Hyang Pasupati).

Hal ini dapat dikatakan bahwa sebagian leluhur orang bali, kecuali orang-orang Bali Mula berasal dari Jawa, hal ini terbukti dengan penggunaaan bahasa Jawa kuno yang sangat dominan dalam bahasa bali khususnya bahasa bali alus singgih.

Contoh nilai-nilai lain yang diturunkan oleh leluhur orang-orang bali adalah penggunaan nama Wayan, Made, Nyoman, Ketut, Dewa Gde, Anak Agung, Cokorda, Ida Bagus, dan nama-nama lainnya, hal ini merupakan salah satu petunjuk yang dapat ditelusuri sejarahnya. Sehingga saat ini, keturunannya hidup berkelompok dalam suatu ikatan kekeluargaan, satu kawitan.

Ikatan kekeluargaan di bali terkecil dalam suatu sanggah kemulan, merajan, panti, dadia, merajan agung, dan pedarman. Keanggotaan kekeluargaan tidak selalu murni berasal dari satu keturunan sedarah. Jaman dahulu, leluhur orang bali yang datang, para ksatriya beserta prajuritnya, para bujangga beserta pengiringnya, dikarenakan sudah seperti keluarga sendiri, sehingga mereka hidup berkelompok dan bergabung dengan tuannya dalam satu kawitan.

Bali, daerah kecil yang kaya dengan warisan budaya dan nilai-nilai keagamaannya khususnya Hindu, menurut beberapa tulisan dan peninggalan leluhur, memiliki sejarah yang panjang, sejak jaman pra sejarah, masa bali mula, bali aga, masa kerajaan, masa penjajahan hingga masa kemerdekaan saat ini. Kami berusaha mengikuti pesan Bung Karno dalam “Jas Merah” maksudnya “Jangan sekali-kali melupakan Sejarah”, semoga tulisan ini bermanfaat untuk masa depan yakni anak cucu kita.

posted by Arya Tangkas Kori Agung @ 00.17   1 comments
Mepetik
Mepetik adalah potong rambut dengan tujuan eksistensi dan pensucian. Jadi mepetik pertama adalah ketika Upacara Tiga Bulanan

Karena ketika itu si bayi sudah menjadi "manusia" yang punya identitas antara lain: nama, dan disucikan dalam upacara Bajang Colong. Mepetik dilakukan berkali-kali yaitu: Tiga Bulanan, Otonan Pertama, Menek Kelih, Metatah, Pawiwahan, Mewinten, Mediksa, Ngaben, dan Nyekah.
posted by Arya Tangkas Kori Agung @ 00.05   0 comments
Mewinten
Selasa, 29 Juli 2008
Mewinten artinya bersinar-sinar bagaikan permata. berasal dari Bahasa Kawi (Jawa Kuno) yaitu urat kata mawa artinya bersinar-sinar dan inten artinya permata. Dalam tradisi beragama Hindu di Bali yang bertujuan mohon "waranugraha" Hyang Widhi untuk memberikan kesucian bathin kepada seseorang. Mawinten dapat dilakukan oleh siapa saja, apakah ia akan menjadi pemangku di suatu Pura/ Sanggah pamerajan, atau tidak, artinya untuk kepentingan pribadi.

Misalnya siswa PGA (Pendidikan Guru Agama) ketika mulai menjadi siswa, seseorang yang ingin intensif belajar agama, yang memasuki masa Wanaprastha asrama, yang ingin menjadi penari tarian sakral, yang akan menjadi "undagi" (tukang ahli membuat bangunan pura, wadah, dll), tukang banten, dalang, dll. semua mawinten terlebih dahulu.

Mereka yang sudah mawinten disebut sang "Ekajati" (eka = pertama; jati = kelahiran/ kesunyataan). Jika ingin menjadi Sulinggih (Pendeta) maka setelah mawinten, belajar dan kemudian jika dianggap sudah memenuhi syarat sebagai Pendeta oleh Guru Nabe-nya maka ia dapat ditingkatkan istilahnya Mediksa.

  1. Syarat- syarat madiksa.
    Umat Hindu dan segala warga yang memenuhi syarat tersebut di bawah ini dapat disucikan (didiksa).
    1. Laki- laki yang sudah kawin dan yang nyukla Brahmacari.
    2. Wanita yang sudah kawin dan yang tidak kawin (kanya).
    3. Pasangan suami istri.
    4. Umur minimal 40 tahun.
    5. Paham dalam bahasa Kawi. Sanskerta, Indonesia, memiliki pengetahuan umum, pendalaman intisari ajaran- ajaran agama.
    6. Sehat lahir batin dan berbudi luhur sesuai dengan sesana.
    7. Berkelakuan baik, tidak pernah tersangkut perkara pidana.
    8. Mendapat tanda kesediaan dari pendeta calon Nabenya yang akan menyucikan.
    9. Sebaiknya tidak terikat akan pekerjaan sebagai pegawai negeri ataupun swasta kecuali bertugas untuk hal keagamaan.

  2. Sarat- sarat nabe.
    1. Seorang selalu yang dalam keadaan bersih dan sehat, baik lahir maupun batin.
    2. Mampu melepaskan diri dari ikatan keduniawian.
    3. Tenang dan bijaksana.
    4. Selalu berpedoman kepada kitab suci Weda.
    5. Paham dan mengerti tentang Catur Weda.
    6. Mampu membaca Sruti dan Smrti.
    7. Teguh melaksanakan Dharma Sadhana (sering berbuat amal jasa dan kebajikan).
    8. Teguh melaksanakan tapa dan brata.

  3. Pelaksanaan upacara pediksan.
    1. Upacara awal.
      1. Upacara mejauman.
        Sang Calon Diksita (suami istri) berkunjung ke rumah calon nabe dengan membawa upakara semestinya.
      2. Sembah pamitan pada keluarga. Sang Calon Diksita wajib menyembah orang tua yang masih hidup atau yang patut disembah, mohon restunya demi keselamatan pada saat dan sesudah didiksa. Calon Diksita juga minta ijin kepada sanak saudaranya yang berumur lebih muda. Sembah pamitan kepada orang tua merupakan sembah terakhir karena di kemudian hari seorang sulinggih tidak boleh menyembah si apapun yang masih walaka.
      3. Upakara mapinton.
        Pertama: ke Segara gunung untuk membersihkan diri asucilaksana. Dalam hal ini sekurang- kurangnya ke Kahyangan tiga.
        Kedua: upacara mapinton ke pemerajan calon nabe yang langsung dipuput oleh calon nabe sendiri.
        Di samping untuk memohon restu upacara ini juga mengandung makna sebagai perkenalan dan pernyataan ikatan secara resmi antara calon diksa dengan guru nabe.
        Upacara ini dilaksanakan menurut dresta.
    2. Upacara Puncak.
      1. Upacara mati raga atau Penyekeban.
        Sebelum mati raga, calon Diksita dilukat oleh nabe di merajannya calon diksita dilanjutkan .dengan muspa. Selesai upacara itu barulah calon diksita melakukan amati raga yaitu melakukan yoga. Busana serba putih, sikap tangan ngregep dan ngramasika, yaitu mono
        brata dan upawasa. Upacara ini berlangsung sehari penuh, yaitu sehari sebelum upacara diksa.
      2. Upacara Andi.
        Upacara ini dilakukan pada dini hari sekitar pukul 05.00 WITA. Upacara ini dilakukan oleh guru saksi, calon diksita pria dimandikan oleh guru saksi pria, sedangkan calon diksita perempuan oleh guru saksi perempuan. Dibantu oleh sanak keluarga calon diksita sendiri. Selesai mandi calon diksita berpakaian serba putih (sarwa petak), diantar menuju ke merajan tempat calon diksita melakukan diksa.
    3. Upacara pokok.
      1. Pedanda nabe memuja atau ngarga.
      2. Calon diksita ada di hadapan sanggar untuk melakukan upacara mabeakaon, kemudian dilanjutkan dengan muspa dituntun oleh nabe, langsung luhur amari sudana (ganti nama)
      3. Calon diksita menghadap kepada sang guru nabe matepung tawar (atepung tawar) segawu.
      4. Calon diksita membersihkan kaki kanan (wasa ijeng ring tengen) nabe, digosok dengan kayu putih, diasapi tiga kali, digosok dengan minyak, (dilisahi dening minyak), kaki tersebut ditaruh di atas ubun- ubun.
      5. Guru nabe memberikan kekuatan gaib kepada sisya antara lain dengan anilat empuning pada tengen.
      6. Anuhun pada . . . Guru nabe napak calon diksita.
      7. Di atas ubun- ubun diberi bunga tunjung yang dipotong delapan kali dengan gunting.
      8. Sambutang kusa pengaras yaitu diambilkan daun alang- alang diusapi badannya dan dikelilingi tiga kali (inderakna ring sariranya ping tiga), dijilat dengan lidah tiga kali, digosokkan pada bahu kanan tiga kali, pada tulang punggung tiga kali (tengah gigirnya ping tiga), kemudian daun alang- alang ditaruh.
      9. Pungu- punguning ring wuwunan ping tiga : yaitu suatu upacara untuk ubun- ubun.
      10. Diambilkan pancakorsika (alang- alang) cincin kalpika dan gunting diperciki tirta.
      11. Mengunting : rambut calon diksita digunting 5 kali, yang diawali dengan rambut bagian depan (ring arep), rambut bagian kanan (ring tengah) rambut bagian belakang (ring kuri), rambut samping kiri(ring kiwa) dan rambut bagian tengah (ring pusehan).
      12. Halap atmaya : jiwanya sisya diambil.
      13. Dagdhi damalaning sariranya: tubuh beserta kekotorannya dibakar (api gaib).
      14. Api membakar dihentikan (pademi).
      15. Merta kramaning : sisya metirta, Sanghyang Atma diturunkan kembali.
      16. Guru nabe karasadhananing, yaitu mengadakan pemujaan setelah itu sisya kakaduti sekar (disuntingkan bunga di dada).
      17. Di dadanya mohana cecatu : wawisik dan guru nabe, dautang, prastawa" : cincin sisya diambil nabe. tutulakna dienjung ring siwadwaranya ping tiga : diusapi bunga tunjung.
      18. Pangpadhayadi: guru nabe memberikan bhasma, sirawista, diperciki air suci siwamba, anecepi. meraup tiga kali.
      19. Nuhun Sekah : Sisya menunjang sekah dewa- dewi disertai peras dan sesarik.
      20. Tetebus : sisya metebus.
      21. Guru nabe nyiratang tirta pada bebanten - sesayut, dana pemulih, pengambyan setanan. Sorohan, panyeneng, jerimpen, bebangkit
      22. Angayab sesayut :sang sisya ngayab atau nganteb sayut.
      23. Masirat : sang sisya mendekat pada nabe matirta (matoya).
      24. Majaya- jaya . sang sisya- majaya- jaya oleh guru nabe dengan prana bayu murti Bhuwana.
      25. Tatabi dupidipa : sisya ngayab atau natab dupa.
      26. Minum air suci . siwamba (sang sisya).
      27. Amet tetebus : diberikan tetebus sang sisya. dicium 3 kali kemudian ditaruh di hulu hati (ring radaya).
      28. Wahi wija : sisya diberi bija dimakan (anguntal) Ini berarti pawisik sasipanan.
      29. Wehi sekar : sisya diberi sekar(bunga).
      30. Malaba padambel : sisya mapedambel.
      31. Menyembah : terakhir sisya menyembah mepamit pada kaki guru nabe (raris tamuita anikel ri pada nira dang guru panembaha), lanjut menerima biseka dari nabe.
      32. Demikianlah urutan upacara diksa telah berakhir.

  4. Loka Pala Sraya.
    Loka Pala Sraya dapat dilakukan setelah mendapat ijin (pengesahan) dan nabe, setelah ngelinggihan puja kemudian melaksanakan tirtayatra.
    1. Amurub sasana (pelanggaran).
      Apabila terdapat kasus yang menyimpang dan sesana sulinggih patut ditangani oleh nabe, Parisada, aparat pemerintah.
    2. Hak untuk mencabut status kesulinggihannya tetap pada nabe sesuai dengan aguron- guron.

Mereka yang sudah madiksa disebut sang "Dwijati" (Dwi = kedua; jati = kelahiran/ kesunyataan).

posted by Arya Tangkas Kori Agung @ 23.42   0 comments
Mepinton
Mepinton artinya menunjukkan keberadaan. Mapinton dilakukan dalam banyak kasus.

misalnya :

  • Seorang Dalang yang sudah "tamat" belajar dan akan memulai karir sebagai Dalang, perlu mapinton di Sanggah Pamerajan-nya dengan mendemonstrasikan serta mempersembahkan kebolehannya kepada leluhur dan Dewi Saraswati yang digelari sebagai "Manik Dalang".

  • Seorang Pandita setelah me-Diksa perlu mapinton di hadapan Nabe-nya untuk mendemonstrasikan kemampuannya mapuja.

  • Seorang penari Bali perlu mapinton terlebih dahulu didepan gurunya, atau jika itu tarian sakral, mapintonnya di Pura (Kahyangan Tiga, dll)

Untuk bayi yang sudah diupacarai Tiga Bulanan, perlu mapinton ke:

  1. Sanggah Pamerajan

  2. Pura Kahyangan Tiga dan Pura-pura lain dilingkungan Desa Adat yang dipuja oleh seluruh warga Desa.

  3. Yang sifatnya "tidak harus" tetapi "sangat bagus" jika dilaksanakan, adalah ke: Pura Kawitan, Besakih, Lempuyang, Dasar Bhuwana Gelgel, Silayukti.

Karena itulah Pura-pura pemujaan Hyang Widhi dan stana para Maha Rsi yang berjasa menyebarkan Agama Hindu di Bali. Untuk rekan-rekan diluar Bali, mapinton juga ke Pura setempat.

Tujuan mapinton bagi bayi:

  1. Mengucapkan terima kasih karena kita sudah di karuniai "PUTRA".

  2. Memperkenalkan si bayi dengan nama.........

    Apa sudah tahu artinya PUTRA? Nah kalau belum, ini: Bahasa Sanskrit: PUT = neraka, RA = menghindarkan. Jadi Putra adalah "yang menghindarkan ortunya dari neraka" Dalam Sad Dharsana disitir tidak semua anak-anak bisa dikatakan putra. Jika ia tidak berbhakti pada ortunya maka dia tidak bisa dikatakan seorang putra. Dalam percakapan sehari-hari kita menggunakan bahasa putra-putri (dalam bahasa Kawi putra artinya anak laki-laki dan Putri artinya anak perempuan) juga mengandung filsafat, harapan semoga dia menjadi orang yang berbhakti kepada orang tua.

Banten mapinton sederhana saja: tegteg, daksina, peras, ajuman. Atau lumrah disebut Pejati.

posted by Arya Tangkas Kori Agung @ 23.35   0 comments
Ramalan Sabdopalon
Ramalan - Cerita Sabdopalon Suatu hari dalam tahun 1478…… Sang Batara Surya yang memang semenjak pagi hari sudah senantiasa tertutup awan, hingga nampaknya sepanjang hari itu redup (timbreng. Red), kini hampir-hampir tak terasa sudah silam disebelah barat dan hari telah menjadi senja. Dikala itu, selagi suasana disana sini nampaknya turut berduka cita atas runtuhnya Kerajaan Majapahit, tiba-tiba diatas salah sebuah gunung diwilayah jawa timur, tidak jauh dari malang, kelihatan tiga orang manusia yang nampaknya amat payahl etih, bermuram durja, putus asa dan tak tentu kemana hendak dituju duduk beristirahat diatas batu besar untuk melepaskan lelahnya..

(rangkuman)

Ternyata 3 orang yang di maksud adalah,

Prabu Kertabumi atau Baginda Brawijaya V, sedang kedua lainya, yang disebut Noyogenggong dan Sabdopalon itu adalah kedua penggawa keraton (abdi. Red) yang setia dan tetap menghiringkan junjunganya yang waktu itu sedang buron.

Kedua abdi ini sedang meghibur Junjungannya karena baru saja kerajaan majapahit rutuh dan direbut oleh musuh.. dimana Prabu Kertabumi kehlangan tahtanya..

Dan mereka mengatakan bahwa sudah merupakan nasib junjungannya, baik Dia sebagai Raja dan bagi raja-raja sebelumnya. dan juga sejarah setiap negra akan mengalami pasang surut kejayaan.singkat cerita Prabu Kertabumi tidak puas dengan keadaan dia yang sekarang menjadi buron.. maka kedua abdi memberikan masukan untuk menyusun kekuatan baru, untuk melawan kembali.

(Kutipan)

Namun Prabunya dengan patah hati mengatakan: “Mesti besar semangatku, namun usiaku sudah lanjut benar, lagi pula kemungkinan untuk dapat mengumpulkan para pahlawan yang gagah berani telah tidak ada…….”

” Ah.. jika demikian halnya, Gusti Prabu, nyatalah bahwa kekuatan keturunan Raden Wijaya atas kerajaan Majapahit telah tamatlah sudah. Pun tibala waktnya sudah bagi hamba untuk pulang kekayangan dan menjadi Raja di kerajaan Jin kembali……” tiba-tiba Sabdopalon campur bicara dan tidak lama kemudian ia telah menghilang..

Sang Prabu Kertabumi dan Noyogenggong tercengang-cengang, mereka menjadi lebih tercengang pula ketika mendenger suara sacopalon diatas angkasa yang mengatakan:

” Salamat tinggal. Gusti Prabu, hamba barangkat kembali ke Kerajaan Jin dikayangan, Besok lima ratus tahun setelah hari ini saja akan datang kembali di tanah Jawa untuk menyebarkan dan memperkembangkan agamaku Budi atau Buddha.

Waktu itulah tibanya zaman Majapahit kedua atau zaman Majapahit yang penghabisan, yaitu zaman silamnya Perau Gabus dan mengambangnya Batu Hitam (hilangnya zaman feodal dimana tingkat manusia semaunya sama. Red).

Sebelum waktu itu maka terlebih dulu Nusa Jawa akan diinjak Kerbo Bule (Kebo Putih) selama 44 windu. Larinya Kerbo Bule karena datanya Satrya Kuning Cebol Kepalang (pandak), yang akan melepaskan Kerbo Edan ini akan menyerang Kerbo Bule setelah dari jurusan timur nampak warna, merah menyinsing karena bangunya Satya Putih Kuning yang berdarah merah.

Samapi disitulah Kerbo Bule pulang kandang. Besok timbul Ratu Kembar yang sama Bagusnya, Ratu Selawe yang sama berpengaruhnya. Susahnya orang jujur, gembiranya orang curang.

Perselisihan faham makin menjadi-jadi, huru hara merajalela, bencana alam meradang. Gunung-gunung api meletus mengeluarkan lahar, bengawan-bengawan bergeser dan meluap begitu rupa. Bahaya Air dan api datang bersilih ganti. Angin taufan, tanah longsor, bahaya kelaparan dan wabah penyakit menjadi-jadi.

Dalam perkembangan zaman yang sedemikian itu aku perintahakan anak cucuku, yaitu segenap manusia yang berada di nusa Jawa, supaya berlaku jujur, tenang, sabar takwakal, awas dan waspada. Karena kedatangku bakal bersamaan dengan datangnya Ratu Adil yang akan mengadili barang siapa yang melanggar perikemanusiaan, mengilas-gilas hukum negara, merampas hak milik orang lain, memeras, merampok, menggedor, memperkosa, makan suap, membunuh atau mematikan pencaharian hidup orang lain dan lain-lain perbuatan sewenang-wenang yang melanggar dan menentang kehendak kodratullah dan kehendak Sang Hyang Agung, Sadarlah siapa yang ingin sadar dan pencayalah siapa yang ingin percaya……………” suara Sabdopalon ini makin tinggi di angkasa dan bergema begitu rupa untuk sementara akan kemudian lenyap……………..

“Nyatalah Sabdopalon terlah sirna, kaki disinilah aku ingin memberi tanda (tenger. Red)” Sang Prabu segera memberi tanda diatas batu tadi.

Setelah membuat tanda maka Prabu Kertabumi bersama Noyogenggong segera melanjutkan perjalannya yang makin jauh dan makin gelap. Dengan adanya tanda yang dibuat oleh Prabu Kertabumi tadi, maka gunung itu segera dikenal dengan nama Tenger (tanda), yang lambat laun menjadi Tengger.

posted by Arya Tangkas Kori Agung @ 23.14   0 comments
Ramalan Jayabaya
Syair Jayabaya - Ramalan Jayabaya


Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran.
Tanah Jawa kalungan wesi.
Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.

Besok Kalau sudah ada kereta tanpa kuda.
Tanah Jawa berkalung besi.
Perahu berjalan diatas awan.

Kali ilang kedhunge.
Pasar ilang kumandhang.
Iku tandha yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak.

Sungai hilang kedalamannya.
Pasar hilang ramainya.
Itu tanda datangnya jaman Jayabaya sudah dekat.

Bumi saya suwe saya mengkeret.
Sekilan bumi dipajeki.
Jaran doyan mangan sambel.

Bumi semakin lama semakin mengecil.
Sejengkal tanah dipajaki
Kuda suka makan sambal

Wong wadon nganggo pakeyan lanang.
Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman.
Akeh janji ora ditetepi.

Orang perempuan pakai pakaian lelaki
Itu tandanya kalau orang akan menemui
Terbolak baliknya jaman
Banyak janji tidak ditepati

Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe.
Manungsa padha seneng nyalah.
Ora ngendahake hukum Allah.

Banyak orang berani melanggar sumpahnya.
Manusia semua senang berbuat salah
Tidak memperhatikan hukum Allah

Barang jahat diangkat-angkat.
Barang suci dibenci.
Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit.

Barang jelek disanjung-sanjung
Barang suci dibenci
Banyak manusia hanya mengutamakan uang

Lali kamanungsan.
Lali kabecikan.
Lali sanak lali kadang.

Lupa kemanusiaan
Lupa kebaikan
Lupa keluarga lupa saudara

Akeh bapa lali anak.
Akeh anak wani nglawan ibu.
Nantang bapa.

Banyak bapak lupa anak
Banyak anak berani melawan ibu
Menantang bapak.

Sedulur padha cidra.
Kulawarga padha curiga.
Kanca dadi mungsuh.

Saudara semua terluka
Keluarga semua curiga
Teman jadi musush

Akeh manungsa lali asale.
Ukuman Ratu ora adil.
Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.

Banyak manusia lupa asalnya
Hukuman penguasa tidak adil
Banyak pangkat yang jahat dan ganjil

Akeh kelakuan sing ganjil.
Wong apik-apik padha kapencil.
Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin.

Banyak kelakuan yang ganjil
Orang baik-baik pada tersingkir
Banyak oang kerja baik-baik pada merasa malu

Luwih utama ngapusi.
Wegah nyambut gawe.
Kepingin urip mewah.

Lebih baik berbohong
Malas kerja
Kepingin hidup mewah

Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka.
Wong bener thenger-thenger.
Wong salah bungah.

Mengumbar nafsu angkara murka
Membesarkan durhaka
Orang benar deleg deleg
Orang salah bergembira

Wong apik ditampik-tampik.
Wong jahat munggah pangkat.
Wong agung kasinggung.

Orang baik ditampik-tampik
Orang jahat naik pangkat
Orang agung tersinggung

Wong ala kapuja.
Wong wadon ilang kawirangane.
Wong lanang ilang kaprawirane.

Orang jelek dipuji
Orang perempuan tidak tahu malu.
Orang laki tidak ada wibawanya.

Akeh wong wadon ora setya marang bojone.
Akeh ibu padha ngedol anake.
Akeh wong wadon ngedol awake.

Banyak perempuan tdk setia terhadap suami
Banyakl ibu pada jual anaknya
Banyak perempuan jual dirinya.

Akeh wong ijol bebojo.
Wong wadon nunggang jaran.
Wong lanang linggih plangki.

Banyak orang berganti pasangan
Orang perempuan naik kuda
Orang laki duduk di plangki

Randha seuang loro.
Prawan seaga lima.
Dhudha pincang laku sembilan uang.

Janda serupiah dapat dua
Perawan dapat lima
Duda pincang laku sembilan rupiah

Akeh wong ngedol ngelmu.
Akeh wong ngaku-aku.
Njabane putih njerone dhadhu.

Banyak orang jual ilmu
Banyak orang mengaku-ngaku
Luarnya putih dalamnya kumal

Ngakune suci, nanging sucine palsu.
Akeh bujuk akeh lojo.
Akeh udan salah mangsa.

Ngakunya suci, tetapi sucinya palsu
Banyak bujuk banyak loyo
Banyak hujan tanpa kenal musim

Akeh prawan tuwa.
Akeh randha nglairake anak.
Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne.

Banyak perawan tua.
Banyak janda melahirkan anak
Banyak bayi lahir mencari bapaknya

Agama akeh sing nantang.
Prikamanungsan saya ilang.

Agama banyak yang menentang
Perikemanusiaan hilang

Omah suci dibenci.
Omah ala saya dipuja.
Wong wadon lacur ing ngendi-endi.

Rumah suci dibenci
Rumah maksiat malah dipunja
Orang perempuan melacur dimana-mana

Akeh laknat.
Akeh pengkianat.
Anak mangan bapak.

Banyak laknat
Banyak penghianat
Anak makan bapak

Sedulur mangan sedulur.
Kanca dadi mungsuh.
Guru disatru.

Saudara makan saudara
Teman jadi musuh
Guru diseteru

Tangga padha curiga.
Kana-kene saya angkara murka.

Tetangga pada curiga
Sana-sini banyak angkara murka

Sing weruh kebubuhan.
Sing ora weruh ketutuh.

Yang tahu menanggung jawab
Yang tidak tahu dituduh

Besuk yen ana peperangan.
Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor.

Besok kalau ada perang
Datang dari Timur, Barat, Selatan dan Utara

Akeh wong becik saya sengsara.
Wong jahat saya seneng.

Banyak orang baik sengsara
Orang jahat malah senang

Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul.
Wong salah dianggep bener.

Sekarang ini banyak “gagak” disebut bangau
Orang salah dianggap benar

Pengkhianat nikmat.
Durjana saya sempurna.

Penghianat nikmat
Penjahat malah sempurna

Wong jahat munggah pangkat.
Wong lugu kebelenggu.

Orang jahat naik pangkat
Orang lugu terbelenggu

Semoga Bermanfaat

posted by Arya Tangkas Kori Agung @ 23.05   0 comments
Kanda Pat
Kanda Pat adalah Empat Teman yang berasal dari urat kata Kanda artinya teman dan Pat artinya empat, Kanda pat merupakan kekuatan-kekuatan Hyang Widhi yang selalu menyertai roh (Atman) manusia sejak embrio sampai meninggal dunia mencapai Nirwana. Menurut Kitab Suci Lontar Tutur Panus Karma.

Bentuk-bentuk Kanda Pat yang dapat dilihat dan diraba secara nyata adalah ari-ari, lamas, getih dan yeh-nyom. Setelah mereka dikuburkan (segera setelah bayi lahir) maka perubahan selanjutnya adalah abstrak (tak berwujud) namun dapat dirasakan oleh manusia yang kekuatan bathinnya terpelihara.

Bagan di atas dapat juga dibaca terbalik dengan pengertian sebagai berikut:

Hyang Widhi mewujudkan diri menjadi empat manifestasi, kemudian keempatnya itu yaitu:

    1. Hyang Siwa selanjutnya mewujudkan dirinya menjadi ari-ari
    2. Hyang Sadasiwa mewujudkan diri sebagai lamas
    3. Hyang Paramasiwa mewujudkan diri menjadi getih, dan
    4. Hyang Suniasiwa mewujudkan diri menjadi Yeh-nyom.

Keempat teman yang abstrak ini menyertai terus sampai manusia mati dan rohnya menghadap ke Hyang Widhi. Mereka juga menjaga dan melindungi roh, serta mencatat sejauh mana atman (roh) terpengaruh oleh indria keduniawian. Semua pengalaman hidup di record oleh Sang Suratman yang dahulu berbentuk ari-ari. Inilah catatan subha dan asubha karma yang menjadi penilaian dan pertimbangan kesucian roh untuk menentukan tercapainya moksa (bersatunya atman-brahman) ataukah samsara (menjelma kembali). Kandapat ada dalam diri/ tubuh manusia, namun ketika tidur, kandapat keluar dari tubuh. Maka mereka perlu dibuatkan pelinggih berupa "pelangkiran" di kamar tidur, tempat bersemayamnya kanda pat ketika kita tidur pulas.

posted by Arya Tangkas Kori Agung @ 22.51   1 comments
Jalur Kundalini
Jalur Kundalini, Ditubuh manusia terdapat tiga jalur besar atau tiga nadi besar, yaitu jalur sushmna, jalur ida, jalur pinggala. Ketiga jalur besar tersebut berkumpul menjadi satu di chakra mooladhara. Anda tahu trisula? sebuah tombak bercabang tiga. Ya seperti itulah ketiga jalur itu berada di tubuh kita. Ketiga jalur besar itu penulis berinama ” Trisula”. atau “ular bermahkota”

Jalur Ida

jalur ini banyak dikenal sebagai jalur bulan atau jalur dingin. Banyak pembangkitan kundalini dilakukan melalui jalur ini. mengapa? karena kundalini sangat mudah dinaikan melalui jalur ini. Untuk wanita tidak masalah pembangkitan kundalini dilakukan melalui jalur ini. Tetapi untuk laki laki lebih baik berpikir ulang karena akan menyebabkan impotensi yang cendrung bersifat menahun, menunggu sampai jalur pinggala aktif.

Jalur ida juga dikenal sebagai saraf simpatetik kiri. Saraf yang mengatur ego manusia.Ada aliran spiritual yang memproklamasikan dirinya sebagai aliran penyembuh. Tanpa mereka ketahui sebenarnya mereka menghantam jalur ida ini. Orang yang di hantam jalur idanya akan berkelakuan seperti orang yang kesurupan meraung-raung bahkan berkelakuan seperti binatang. Hal ini karena saraf simpatetik kiri berhubungan dengan otak kecil bagian kiri. Otak peninggalan fase evolusi primitif. Banyak penyimpangan spiritual terjadi dengan memakai jalur ini, mengundung pribadi-pribadi mati untuk datang, sehingga merugikan pencari spiritual yang serius dalam pencariannya.

Jalur Pinggala

ini adalah jalur panas atau jalur matahari. Jalur ini disebut juga sebagai saraf simpatetik kanan. Jalur ini mengatur superego (ego kebaikan). Jenis jenis mantra kuno, jenis-jenis pembangkitan kundalini kuno sebagian besar memakai jalur ini. Sekarangpun anda masih dapat menemukan kebiasaan memakai tangan kanan sebagai kebaikan dan tangan kiri sebagai kejahatan. Memang ada benarnya juga karena rata-rata pemakai tangan kanan adalah orang yang aktif otak besar kirinya. Orank besar kiri berhubungan dengan logika, sedangkan otak besar kanan berhubungan dengan rasa/perasaan

Saraf simpatetik kanan ini berhubungan dengan otak kecil kanan. Sesuai dengan sifatnya, otak kecil kanan/otak bawah sadar kanan adalah positif. Nanti penulis turunkan pemakain otak bawah sadar untuk spiritual. Otak bawah sadar ini punya kemampuan khusus dan terhubung dengan bawah sadar universal. Namun kemampuan ini kadang sering disalahgunakan untuk mencelakai orang (hipnotis)

Jalur Sushumna

Jalur ini kadang disebut sebagai saraf parasimpatetik atau saraf yang mengatur gerak refleks. Dengan jalur ini anda akan berlaku dan bersikap spontan dalam kehidupan, jauh dari topeng dan sikap kepura-puraan atau bicara sekedar lip service. Hebatnya lagi jalur ini dapat melebar hingga selebar mungkin.

Di jalur sushumna ini terdapat tiga jalur energy. Artinya satu jalur sushumna dapat dilalui tiga energy yang berlainan tanpa terjadi tabrakan. Jalur terdalam di jalur sushumna dialiri energy kundalini, selanjutnya jalur kedua diisi energy illahi dan jalur ketiga diisi energy chi biasa atau energy prana. Dengan kata lain, sushumna kita simbulkan 3 in 1

Para pembangkit atau grand master spiritual kundalini kebanyakan menggunakan jalur sushumna ini. Pada wajtu kundalini anda pertama kali dibangkitkan, jalur sushumna ini masih sangat sempit, akan tetapi dengan berjalannya waktu, jalur sushumna akan mulai terbuka lebar. Rasa panas akan semakin berkurang karena gesekan dengan energy negatif mulai berkurang, Ingat! jangan hentikan latihan apabila anda tidak merasakan energy lagi. Tetaplah berlatih, minimal sekali sehari. Meditasi yang telah di ajarkan guru perlu dilatih terus sehingga kundalini anda terus naik dan membesar.

Manfaat Sembahyang dan melukat untuk kundalini.

Bapak Putu Ngurah Ardika sering kali menyarankan kepada murid-murid rajinlah sembahyang dan melukat. karena tidak disadari ketika kita sembahyang kita menyerap energy Tuhan (Illahi) untuk membersihkan jalur ini. sedangkan melukat untuk mempercepat keluarnya partikel-partikel energy negatif yang di pecah oleh kundalini. Energy negatif yang tertimbum bertahun-tahun berbentuk kristal berwarna hitam. Ketika kundalini naik akan dipecah hingga berbentuk pertikel-pertikel kecil dan menyebabkan badan kita terasa panas. Sembahyang, melukat dan berlatihlah meditasi terus menerus niscaya kundalini anda akan cepat berkembang dan bersinar hingga puncaknya keluar dari tubuh, berwarna bening dan menyatu kepada beliau (Tuhan) spiritual anda akan mendekati sempurna.

Iklas mempercepat naiknya kundalini

Dalam kehidupan masa lalu kesadaran anda kurang maju dibandingkan saat ini, sehingga dalam menyikapi sesuatu menimbulkan karma. Karma itu terjadi sesuai dengan pola pikir kita dan daya pandang kita terhadap hidup ini. Segala sesuatu di alam semesta ini dikendalikan Sang Pencipta, Tuhan itu sendiri. Hanya manusia yang tidak bisa terlepas, Baik buruk dosa dan pahala adalah relatif. Jangan bersedih apabila mendapat nasib buruk, jangan terlalu senang ketika mendapat keberuntungan. Jangan terlalu berharap sesuatu. Just do it. Lakukan saja. jalani hidup ini. Biarkan mengalir jangan melawan atau anda akan kandas. Biarkan sifat dan kuasa Tuhan dalam diri bekerja ingatlah sembahyang lakukan jangan sampai ada beban dalam diri dan orang lain. Keiklasan akan menuntun dan membantu Roh kita yang terbelenggu dalam panca maha buta (sifat-sifat hewani) sehingga mampu membebaskan diri kita dari sifat-sifat angkara murka. Gunakan akal dan pikiran yang sehat dalam menyebrangi lautan duniawi ini sehingga tujuan hidup ini kita temukan… Semoga !!

[Oleh: Gede Suryawan di sunting dari berbagai sumber ]

posted by Arya Tangkas Kori Agung @ 04.14   0 comments
Chakra - Cakra Kundalini
Chakra, Cakra adalah sesuatu yang natural yang sudah ada dalam setiap tubuh manusia sejak lahir. Chakra bisa mengunci dan membuka aliran energy alami dalam tubuh kita. Dalam dunia akupuntur banyak digunakan pengetahuan chakra dalam menjalankan pengobatan terhadap si sakit. Charka juga dikenal dengan titik tubuh.

Di tubuh manusia banyak terdapat chakra. Entah itu chakra mayor atau chakra minor. Jumlah chakra superminor adalah 6666 buah 3333 terletak dibagian depan tubuh dan 3333 terletak dibagian belakang tubuh. Chakra minor berjumlah 114 buah, sedangkan chakra mayor berjumlah 7 buah. Akan tetapi kita memakai 9 buah chakra mayor termasuk void sebagai berikut(Letaknya lihat gambar):

  1. Chakra Sahasrara
  2. Chakra Ajna/Agni
  3. Chakra Visuddhi
  4. Chakra Anahatta
  5. Chakra Solar Flexsus
  6. Void/Bhavasgar/Zen/Ruang kosong
  7. Chakra Nabi
  8. Chakra Swadisthan
  9. Chakra Mooladhara

Sekarang kita bahaas satu persatu:

Chakra Sahasrara

Chakra sahasrara terletak di tengah batok kepala manusia. Chakra ini berhubungan dengan ibu kita. Hanya doa ibu yang bisa membuka lebar chakra sahasrara anda. Sehebat apapun master anda yang memberikan attunement kepada anda, dia hanya akan membuka chakra sahasrara anda secara sementara. Tidak akan permanen. Doa ibu akan membuka chakra sahasrara anda selebar mungkin. Rasa kecewa ibu anda kepada anda akan menyebabkan chakra sahasrara menyempit dan tertutup dengan sangat cepat. Jadi segeralah minta maaf dan minta ampun kepada ibu anda. Inilah charka manifestasi dari Hawa, istri Adam. Pepatah mengatakan ” Sorga dibawah telapak kaki ibu” bisa diartika tanpa restu dari seorang ibu anda tidak akan menemukan sorga. Masih ingat ketika Bapak Putu Ngurah Ardika,S.sn mengajarkan murid-murid sungkem kepada orang tua terutama ibu. Inilah manfaatnya. Bagaimana jika ibu anda sudah meninggal,? pakailah fotonya dan hadirkan ibu anda dalam imajinasi di depan anda dan bersujdlah dihadapannya untuk minta maaf atas kesalahan anda dan minta restunya untuk menjalani spiritual.

Belajar spiritual akan menjadi neraka tanpa terkabulnya doa ibu dan terbukanya chakra sahasrara. Karena panas yang terjadi di tubuh tidak bisa di buang keluar melalui chakra sahasrara. Chakra sahasrara adalah gabungan seluruh charka di tubuh manusia. Di chakra inilah kita dapat merasakan sorga dan neraka. Sorga dan neraka adalah permainan rasa. sorga dan neraka tiap-tiap individu berlainan. Tergantung pada individu itu menyikapi sesuatu. Jika seseorang melihat sesuatu masih ada lawan katanya, berarti tempatnya masih di dunia ini.

Kembali lagi pada chakra sahasrara. Chakra sahasrara adalah lobang tempat masuk dan keluarnya roh. Segala sesuatu dialam ini ada rohnya. Roh adalah energy yang bergetar. bahasa orang primitif untuk mengidentifikasi energy yang tidak tampak, tetapi bisa dirasakan. Hanya segelintir orang yang bisa melihat roh. Jaman sekarang dengan memakai foto kirlian kita bisa melihat aura bukan roh. Ilmu spiritual adalah ilmu modren tentang anatomi tubuh manusia yang telah di pelajari orang dari zaman dahulu jauh melampaui zamannya. karena zaman dahulu alat pembuktian tidak ada, butuh kepercayaan yang tinggi untuk memahami sesuatu yang asing.

” Hambatan terbesar belajar spiritual adalah ketidak percayaan tentang apa yang dipelajari itu”

Nabi dan orang suci adalah manusia yang telah maju pada zamannya. Pola berpikir mereka modren. Mereka memandang sangat jauh ke depan. Inilah efek dari terbukanya chakra sahasrara. mereka dianggap “orang-orang aneh” karena kerangka berpikir mereka melampui zaman ketika mereka hidup. Mereka sering dianggap menyalahi pakem yang saat itu sedang berlaku. Lebih ekstrim lagi kadang-kadang mereka dibunuh karena pengetahuannya.

Ketika chakra sahasrara terbuka lebar, masuklah pengetahuan langit ke otak manusia. Ilmu pengetahuan langit ini kadang-kadang berada di otak manusia yang belum tertransformasikan atau belum terpicu energy dengan bagus. Sehingga ilmu tersebut tidak bisa diterima. akibatnya ilmu pengetahuan ini hanya dianggap sebagai imajinasi yang mengada-ada atau dianggap sebagai bualan belaka. Seorang master menstransfer ilmu langit akan diterima berbeda dari masing-masing individu. Seorang pemimpi(walapun dalam kenyataannya dunia ini dikendalikan oleh pada pemimpi-Bukan republik mimpi)

Dengan terbukanya chakra sahasrara, semua charka di tubuh akan ikut aktif asalkan jalur energy chakra - chakra bersih. semua atribut keilahian terdapat di chakra sahasrara. Pantas apabila chakra sahasrara mendapat julukan The Mother Of Chakra. Chakra sahasrara lebih dikenal sebagai bagian dari tiga serangkai chakra yaitu sahasrara, anahatta, dan swadisthan. Jika salah sati dari ketiga chakra itu aktif yang lainnya ikut aktif. Ketiga chakra itu di agama Hindhu disebut Trimurti

Chakra Ajna/Agni

Nah ini dia chakra yang berkaitan dengan daya pikir. Orang India percaya inilah sorga karena di sinilah tempatnya keyakinan. Tempat kita memandang sesuatu masalah. Inilah tempat sesuatu angan-angan/imajinasi dapat mewujud dalam kenyataan. Chakra ini terletak diantara kedua alis. Para yogi tahu dan berhati-hati dalam berfikir karena apabila chakra ajna/agni sudah benar-benar kuat apa yang dikifirkan bisa menjelma menjadi kenyataan.

Inilah chakra tempat terjadinya proses pengendalian pikiran melalui hipnosis. Yang paling merasuk kedalam chakra ini adalah sesuatu dokrin yang berhubungan dengan bawah sadar/otak kecil manusia. Otak kecil dibagi menjadi dua. Otak kecil kanan dan otak kecil kiri. Banyak yang percaya otak kecil ini otak primitif, otak peninggalan zaman prasejarah sebelum otak besar berkembang. Bahkan otak kecil ini berhubungan dengan kesadaran universal. Perlu di ingat otak kecil kanan berhubungan dengan hal-hal yang positif sedangkan otak kecil kiri cendrung bersifat negatif alias merusak. Dinilah pada master berhati-hati menaikan atau memberi energy kundalini pada chakra ajna/agni jika energy tidak seimbang atau menumpuk di otak kecil kiri akan membawa orang tersebut ke arah kiri ( bisa mencelakai sesama, merusak keseimbangan energy alam sekitarnya )

Jika kita sering bermeditasi dan berlatih dengan charka ajna/agni, maka emosi-emosi dari masa lalu akan dikeluarkan. Kadang bahagia, kadang sedih bercampur baur. Malah orang yang berbakat bisa melihat kejadian-kejadian masa lalu secara visual seperti sedang menonton televisi jika chakra ajna/agni sudah kuat

Chakra Visuddi

Ini Chakra yang didalamnya terdapat jiwa manusia. Chakra yang menyebabkan seseorang merasa percaya diri alias PD. Seiring dengan bersihnya chakra tersebut, kita bisa langsung berhubungan dengan makrokosmos. Ini juga tempat seluruh karma negatif tertimbum. Jiwa terkotori pada tiap-tiap reinkarnasi terjadi. Dengan bangkitnya kundalini yang menyembur melalui chakra visuddhi, jadilah karma hanya sebuah mitos. Mengapa jadi mitos.? Kundalini sebagai manesfestasi roh yang suci telah membersihkan jiwa anda. Inilah tempatnya Tuhan jagat kecil (Buana Alit) dengan mekarnya chakra ini anda akan dengan mudah terhubung dengan makrokosmos, menyerap energy energy alam/ sari-sari alam untuk kesegaran badan kasar dan rohani anda. Itulah mengapa para pertapa mampu hidup tanpa makan dan minum di hutan. Chakra visuddhi terletak di tengah batang tenggorokan anda. Chakra visuddhi berpasangan dengan chakra mooladara(chakra dasar)

Chakra Anahatta

Chakra ini terletak di tengah dada, segaris dengan puting susu. Chakra ini dipercaya sebagai singasana roh di tubuh anda. Maksudnya dari tempat inilah kundalini menyembur dengan derasnya. Manusia zaman dahulu rata-rata kundalininya naik sebatas chakra anahatta. sedangkan manusia yang paling top dimasa itu kundalininya hanya menyembur sebatas chakra ajna. Tidak jelas dari mana tolak ukurnya dan penelitian tentang itu yang jelas ikuti dan belajar dari pengetahuan kuno pasti ada mamfaatnya.

Orang China percaya inilah titik tengah tubuh. Apabila diibaratkan sebuah rumah, titik pertemuan dua garis diaginalnya adalah chakra anahatta. ini disebut pusat energy chi. Apabila suplay energy chi terjaga dan bukan tertimbun, akan sehatlah tubuh anda

Chakra Solar Flexsus

Chakra ini merupakan pintu masuk bagian atas void. Chakra ini mengatur laju energy dari bawah bagian tubuh dengan bagian atas tubuh. Begitu juga sebaliknya. Apabila chakra solar flexsus tidak diurus dalam berlatih spiritual, biasanya seseorang praktisi akan mengalami lemah tubuh. Sangat banyak ditemui orang yang anti atau mengindari melatih chakra solar flexsus ini dengan berbagai macam alasan. Padahal chakra solar flexsus banyak sekali berhubungan dengan organ-organ vital yang ada di tubuh kita.

Tempat chakra solar flexsus di hulu hati, tepatnya di cekungan tulang dibawah dada. Pembersihan charka ini sangat penting dengan cara menerima segala hal dengan pasrah dan bereserah diri. Bapak Putu Ngrah Ardika sering kali bercerita mengajak murid-murid selalu tabah dalam segala hal secara tidak langsung kita membersihkan chakra ini. Pada kesempatan dharma wacana beliau juga sering di ceritakan bagaimana menjaga prilaku yang baik dalam menjalani hidup ini, menjaga keharmonisan keluarga, selalu berdoa dan sembahyang karena semua itu akan membawa pengaruh yang baik dalam melatih spiritual kundalini.

Void

Void bukan chakra. Akan tetapi sering di buat menjadi hambatan jika praktisi tidak memahami apa itu void. Void atau ruang kosong diantara chakra solar flexsus dan chakra tatien disebut void. Chakra nabhi menjadi titik tengah void. Void/Bhavasgar/Zen terjadi ketika seorang manusia masih berada di dalam kandungan. Suplay makanan dari ibu kita melalui tali pusar telah mengakibatkan terciptanya ruang kosong tersebut. Apibila kita melihat secara waskita, akan terlihat jalur sushumna terputus di void. ini belum dipenuhi energy illahi atau energy kundalini. Jangan anda berharap kundalini naik sampai ke chakra sahasrara atau nirwana jika void ini belum dipenuhi oleh energy Ilahi. Energy Ilahi sering di berikan secara transfer dalam setiap dharma wacana bapak putu. Energy Illahi akan timbul dan bisa dirasakan jika rasa kasih sayang anda telah bertambah. Jangan sekali-kali berbuat kurang baik, bicara kurang sopan, atau menghumbar napsu karena akan menghambat spiritual anda. Kembalilah kepada diri anda sendiri siapa anda sebenarnya, jika anda seorang pelaku speritual anda akan tahu diri sendiri adalah suci. Suatu contoh ambilah sehelai rambut anda dan jatuhkan, apa yang anda anggap rambut itu sudah pasti cemar apa lagi jatuh di makanan. Coba masih melekat di badan anda apakah cemar? tidak bukan,? itulah bertanda badan anda suci semasih roh ada dan bersemayam dalam diri anda. Jangan sia-siakan roh suci anda dengan napsu badaniah yang menuntut lebih itu karena konsep panca maha buta yang terkandung dalam badan/wadah kita selalu menuntut napsu

Ketika manusia tercipta sebelum ada ibu dan bapak, Tuhan menciptakannya dari panca maha buta. waktu itu unsur Tuhan masih besar dan manusia mampu bicara dengan binatang dan tumbuhan. Anak manusia yang baru saat itu disusui oleh sapi dan saat itulah sapi “mempastu” manusia …”heh kamu manusia kamu tidak akan suci lagi jika kamu makan daging saya kamu hanya boleh minum susu saya” demikian kata sapi maka sewajarnya kita jangan makan daging sapi. (kalau bisa vegeratianlah itu lebih bagus-Red)

Chakra Nabhi

Chakra ini terletak di pusar tubuh manusia. Chakra ini berhubungan dengan emosi manusia. Chakra nabhi adalah titik tengah void. Chakra Nabhi dipercaya sebagai tempat guru sejati. Ketika belajar spiritual, seseorang diharuskan mencari guru sejatinya. Chakra Nabhi ini akan menuntun anda untuk mencari guru sejati anda, setiap orang berbeda-beda itulah speiritual namanya karena ilmu ini terbuka dan tanpa batas. Dalam menapaki tangga-tanggal spiritual seseorang chakra nabhi akan menuntunnya. Keberhasilan spiritual seseorang dimulai dari sini. Jika seseorang telah menemukan guru sejatinya seiring dengan berkembangnya chakra nabhi maka orang tersebut tidak akan berpindah guru lain.

” Apabila Chakra Mooladara kotor ini dapat membuat seseorang dilanda keinginan untuk selalu melakukan bunuh diri”

Chakra Swadisthan

Chakra ini terletak di alat kelamin manusia. Chakra swadisthan juga dikatakan tempat pengetahuan suci. Inilah tempat yang disebut tempatnya insan kamil ( manusia sempurna) Chakra ini berhubungan dengan kreativitas dan pikirn yang bersih. Chakra ini termasuk di dalam triple chakra yaoitu chakra sahasrara, chakra anahatta, can chakra swadisthan.

Di dalam kebudayaan Bali kuno, chakra ini disimbulkan dengan lingga yoni atau sebagai lambang kesuburan. setelah kundalini bangkit dan mengaliri chakra ini, seseorang akan mendapatkan kesehatan dibidang reproduksi. Banyak yang tidak menyadari dirinya ketika tiba-tiba istrinya mengandung walaupun dia sudah berumur karena spermanya menjadi kuat. Anda mau buktikan.? belajar kundalini dahulu anda akan merasakannya

Chakra Mooladhara

Chakra ini terletak di ujung tulang ekor. Chakra ini dipercaya sebagai pintu gerbang kundalini. Chakra mooladhara disebut juga sacrum bone atau tulang suci. Kalau anda lihat, tulang tersebut berbentuk kepala gajah. Orang india memakai dewa Ganesha sebagai dewa penjaga chakra mooladhara atau penetralisir kekuatan jahat.

Chakra ini berhunungan dengan keseimbangan jalur ida dan pinggala. Anda cukup membuka chakra mooladhara dengan lebar. Apabila kotor chakra ini dapat membuat seseorang dilanda keinginan untuk selalu melakukan bunuh diri. Chakra mooladhara juga berhubungan dengan aliran darah di tubuh. Apabila anda sering masuk angin dapat dipastikan chakra mooladhara anda terganggu. Selalulah bersihkan chakra mooladhara dengan memberikan energy sinar merah terang benerang ke chakra ini.
posted by Arya Tangkas Kori Agung @ 04.08   1 comments
Doa Sehari - hari Umat Hindu
Senin, 28 Juli 2008
Doa Sehari - hari Umat Hindu, Lazimnya tentulah dihafalkan. Namun kalau panjang, apalagi untuk di depan umum, misalnya, membuka rapat/ pertemuan, mantram ini bisa dibaca dengan memegang buku. Mantram atau doa ini ejaannya sedapat mungkin mengikuti bahasa Sansekerta justru untuk mendekati pengucapan. Setiap hurup bergaris kecil di atasnya, dibaca lebih panjang. Misal: à dibaca aa dan ù dibaca uu. Namun, huruf v (asli) sudah diganti w untuk mendekati cara bacanya.

Doa Menjelang Tidur
Om asato mà sat ganaya,
tamaso mà jayatir ganaya,
mrityor màmritam gamaya.

(Ya Tuhan tuntunlah hamba dari jalan yang sesat menuju jalan yang benar, dari jalan gelap ke jalan terang, hindarkanlah hamba dari kematian menuju kehidupan abadi.)

Doa Bangun Pagi
Om Utedànim bhagawantah syàmota
prapitwa uta mandhye ahnam
utodità maghawanta sùryasya wayam
dewànàm sumantau syàma.

(Ya Tuhan Yang Maha Pemurah, jadikanlah hamba orang yang selalu bernasib baik pada hari ini, menjelang tengah hari, dan seterusnya. Semoga para Dewa melindungi diri hamba.)

Doa Mencuci Muka
Om Cam camàni ya namah swàha.
Om waktra parisudahaya namah swàha.

(Ya Tuhan, hamba memujaMu, semoga muka hamba menjadi bersih.)

Doa Menggosok Gigi
Om rahphat astràya namah.
Om Sri Dewi Bhatrimsa Yogini namah.

(Ya Tuhan, sujud hamba kepada Dewi Sri, Bhatari Yogini, semoga bersihlah gigi hamba.)

Doa Berkumur
Om Ang waktra parisudhamàm swaha.

(Ya Tuhan, semoga bersihlah mulut hamba.)

Doa Membersihkan Kaki
Om Am kham khasolkhàya iswaràya namah swàha.

(Ya Tuhan, semoga bersihlah kaki hamba.)

Doa Mandi
Om Ganggà amrta sarira sudhamàm swàha.
Om Sarira parisudhamàm swàha.

(Ya Tuhan, Engkau adalah sumber kehidupan abadi nan suci, semoga badan hamba menjadi bersih dan suci.)

Bisa pula dengan doa atau mantram ini:

Om gangge ca yamune caiwa
godawari saraswati
narmade sindhù kaweri
jale’smin sannidhim kuru

(Ya Tuhan, ijinkanlah hamba memanggil sungai suci Gangga, Yamuna, Godawari, Saraswati, Narmada, Sindhu dan Kaweri, semoga menganugerahkan kesucian kepada hamba.)

Doa Memakai Pakaian
Om tam Mahàdewàya namah swàha,
Om bhusanam sarirabhyo parisudhamam swàha.

(Tuhan dalam perwujudanMu sebagai Tat Purusha, Dewa Yang Maha agung, hamba sujud kepadaMu dalam menggunakan pakaian ini. Semoga pakaian hamba menjadi bersih dan suci.)
Selesai berpakaian hendaknya melakukan persembahyangan Trisandya.

Doa Panganjali
Diucapkan saat berjumpa dengan seseorang atau memulai suatu pembicaraan dalam sebuah pertemuan. Tangan dicakupkan seperti menyembah, diangkat sejajar dada.

Om Swastyastu
(Semoga selalu dalam keadaan.selamat di bawah lindungan Tuhan.)

Doa Menghadapi Makanan
Om hiranyagarbhah samawartatagre
bhùtasya jàtah patireka àsit
sadàdhara pritiwim dyam utemam
kasmai dewàya hawisa widhema

Om pùrnam adah purnamidam
pùrnàt purnam udacyate
pùrnasya purnam àdàya
pùrnamewawasisyate

(Ya Tuhan Yang Maha Pengasih. Engkau asal alam semesta dan satu-satunya kekuatan awal. Engkau yang memelihara semua makhluk, seluruh bumi dan langit. Hamba memuja Engkau. Ya Tuhan Yang Maha Sempuma dan yang membuat alam sempurna. Alam ini akan lenyap dalam kesempurnaanMu. Engkau Maha Kekal. Hamba mendapat makanan yang cukup berkat anugrahMu. Hamba manghaturkan terima kasih.)

Doa di atas baik untuk makan bersama, misalnya, pesta atau istirahat makan dalam suatu pertemuan. Jika sendirian bisa mengucapkan doa pendek ini yang diambil dari kitab suci Yajurveda:

Om annapate annasya
no dehyanmiwasya susminah
pra-pra dàtàram tàris ùrjam
no dhehi dwipade catuspade

(Ya Tuhan, Engkau penguasa makanan, anugerahkanlah makanan ini, semoga memberi kekuatan dan menjauhkan dari penyakit. Bimbinglah hamba anugerahkan kekuatan kepada semua mahkluk.)

Doa Mencicipi Makanan
Om anugraha amrtàdi sañjiwani ya namah swàha.

(Ya Tuhan, semoga makanan ini menjadi penghidup hamba lahir dan bathin yang suci.)

Doa Sehabis makan
Om Dhirgayur astu, awighnamastu, subham astu
Om sriyam bhawantu, sukham bhawantu, pùrnam bhawantu, ksàma sampurnàya namah swàha.
Om, Sàntih, Sàntih, Sàntih, Om.

(Ya Tuhan, semoga makanan yang telah masuk ke dalam tubuh hamba memberikan kekuatan dan keselamatan, panjang umur dan tidak mendapat sesuatu apapun. Ya Tuhan, semoga damai, damai di hati, damai di dunia, damai selama-lamanya.)

Doa Memulai Pekerjaan
Om awighnam astu namo sidhham.
Om sidhirastu tad astu swàha.

(Ya Tuhan, semoga atas perkenanMu, tiada suatu halangan bagi hamba memulai pekerjaan ini dan semoga berhasil baik).

Doa Bersyukur
Om Dewa suksma parama acintyàya namah swàha
Sarwa karya prasidhàntam.
Om Sàntih, Sàntih, Sàntih, Om.

(Ya Tuhan dalam wujud Parama Acintya yang maha gaib dan maha karya, hanya atas anugrahMu-lah maka pekerjaan ini berhasil dengan baik. Semoga damai, damai di hati, damai di dunia, damai selamanya).

Doa Mohon Bimbingan Tuhan
Om Asato mà sadyamaya
tamaso mà jyotir gamaya
mrtyor mà amrtam gamaya,

Om agne brahma grbhniswa
dharunama syanta riksam drdvamha
brahrnawanitwa ksatrawahi sajàta
wanyu dadhami bhratrwyasya wadhyàya.

(Tuhan Yang Maha Suci, bimbinglah hamba dari yang tidak benar menuju yang benar. Bimbinglah hamba dari kegelapan pikiran menuju cahaya pengetahuan yang terang. Lepaskanlah hamba dari kematian menuju kehidupan yang abadi. Tuhan Yang Maha Suci, terimalah pujian yang hamba persembahkan melalui Weda mantra dan kembangkanlah pengetahuan rohani hamba agar hamba dapat menghancurkan musuh yang ada pada hamba (nafsu). Hamba menyadari bahwa Engkaulah yang berada dalam setiap insani (jiwatman), menolong orang terpelajar pemimpin negara dan para pejabat. Hamba memuja Engkau semoga melimpahkan anugrah kekuatan kepada hamba.)

Doa Mohon Inspirasi
Om prano Dewi Saraswati
wàjebhir wàjiniwati
dhinam awiñyawantu.

(Ya Tuhan dalam manifestasi Dewi Saraswati, Hyang Maha Agung dan Maha Kuasa, semoga Engkau memancarkan kekuatan rohani, kecerdasan pikiran, dan lindungilah hamba selama-lamanya.)

Doa Mohon Kecerdasan
Om pàwakànah Saraswati
wàjebhir wajiniwati
yajñam wastu dhiyàwasuh.

(Ya Tuhan sebagai manifestasi Dewi Saraswati. Yang MahaSuci, anugrahilah hamba kecerdasan. Dan terimalah persembahan hamba ini.)

Doa Mulai Belajar
Om purwe jato brahmano brahmacari
dharmam wasànas tapasodatistat
tasmajjatam brahmanam brahma
lyestham dewasca sarwe amrttna sàkama

(Ya Tuhan, muridMu hadir di hadapanMu, Oh Brahman yang berselimutkan kesaktian dan berdiri sebagai pertama. Tuhan, anugrahkanlah pengetahuan dan pikiran yang terang. Brahman yang agung, setiap makhluk hanya dapat bersinar berkat cahayaMu yang senantiasa memancar.)

Doa Mohon Pengampunan
Om dewakrtasyainaso awaya janam
asi manusyakrtasi nama awaya janam
asipitra kitasi namo awaya janam asyatma
krtasyaenaso awaya janam
asyena sa' enase waya janam asi
yacchaham eno vidvamscakara
yacchavidvams tasya va ya janam asi

(Ya Tuhan, ampunilah dosa hamba terhadapMu, ampunilah dosa hamba terhadap sesama manusia, terhadap orangtua hamba, terhadap teman hamba, Tuhan ampunilah dosa hamba terhadap segala macam dosa, terhadap dosa yang hamba lakukan dengan sadar atau tidak sadar. Tuhan, semoga berkenan mengampuni semuanya itu.)

Doa Memotong Hewan
Om pasu pasàya wimahe sirascadaya dhimahi tano jiwah pracodayat.

(Semoga atas perkenan dan berkahMu para pemotong hewan dalam upacara kurban suci ini beserta orang-orang yang telah berdana punia untuk yadnya ini memperoleh kesejahteraan dan kebahagiaan. Tuhan, hamba memotong hewan ini, semoga rohnya menjadi suci.)

Doa Mengunjungi Orang Sakit
Om sarwa wighna sarwa klesa sarwa lara roga winasàya namah

(Ya Tuhan semoga segala halangan, segala penyakit, segala penderitaan dan gangguan Engkau lenyapkan semuanya.)

Doa Melayat Orang Meninggal
Om atma tattwatma naryatma
Swadah Ang Ah
Om swargantu, moksantu, sùnyantu, murcantu.
Om ksàma sampurnàya namah swàha.

(Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, semogalah arwah yang meninggal mendapat sorga, menunggal denganMu, mencapai keheningan tanpa derita. Ya Tuhan, ampunilah segala dosanya, semoga ia mencapai kesempurnaan atas kekuasaan dan pengetahuan serta pengampunanMu.) .

Doa Penganten
Om iha iwa stam mà wi yaustam
wiswam àyur wyasnutam
kridantau putrair naptrbhih
modamànau swe grhe

(Ya Tuhan, anugerahkanlah kepada pasangan penganten ini kebahagiaan, keduanya tiada terpisahkan dan panjang umur. Semoga penganten ini dianugerahkan putra dan cucu yang memberikan penghiburan, tinggal di rumah yang penuh kegembiraan.)

Doa Mohon Ketenangan Rumah Tangga
Om wisowiso wo atithim
wajayantah purupriyam
agnim wo duryam wocah
stuse sùsasya manmabhih

(Ya Tuhan, Engkau adalah tamu yang datang pada setiap rumah. Engkau amat mencintai umatMu. Engkau adalah sahabat yang maha pemurah. Perkenankanlah hamba memujaMu dengan penuh kekuatan, dalam ucapan maupun tenaga dan dalam lagu pujian.)

Doa Kelahiran Bayi
Om Brhatsumnah prasawità niwesano
jagatah sthaturubhayasya yo wasi
sa no dewah sawità sarma yaccha twasme
ksayaya triwarutham amhasah

(Ya Tuhan Yang Maha Pengasih, yang memberi kehidupan pada alam dan menegakkannya. la yang mengatur baik yang bergerak dan yang tidak bergerak, semoga Ia memberi rahkmatNya kepada kami untuk ketentraman hidup dengan kemampuan untuk menghindari kekuatan yang jahat.)
Setelah bayi dimandikan, ayah bayi atau orang yang dituakan yang hadir di sana diminta membisikkan Mantram Gayatri (bait pertama Puja Trisandya) masing-masing tiga kali pada lobang telinga kanan dan kiri bayi itu.

Doa Mohon Cinta Kasih - Nya
Om wicakrame prthiwim esa etàm
ksetràya wisnur manuse dasasyan
druwàso asya kirqya janàsa
uruksitim sujanimà cakàra

(Ya Tuhan, Engkau Hyang Wisnu yang membentang di bumi ini, menjadikah tempat tinggal bagi manusia. Kaum yang hina aman sentosa di bawah lindungan-Nya. Yang mulia telah menjadikan bumi tempat yang lega bagi mereka.)

Doa Mohon Panjang Umur
Om Taccaksur dewahitam sukram uccarat
pasyema saradah satam
jiwema saradah satam

(Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga seratus tahun hamba selalu melihat mata yang bersinar ciptaanNya, semoga hamba hidup seratus tahun lamanya.)

Doa Memulai Rapat
Om sam gacchadwam sam wadadwam
sam wo manamsi jànatàm
dewa bhagam yatha purwe
samjànàna upasate.

Om samani wa akutih
samànà hrdayàni wah
samànam astu wo
mano yatha wah susahasati.
Om ano bhadrah krattawo yantu wiswatah

(Ya Tuhan, hamba berkumpul di tempat ini hendak bicara satu dengan yang lain untuk menyatukan pikir sebagai mana halnya para dewa selalu bersatu. Ya Tuhan, tuntunlah kami agar sama dalam tujuan, sama dalam hati, bersatu dalam pikiran hingga dapat hidup bersama dalam sejahtera dan bahagia. Ya Tuhan, semoga pikiran yang baik datang dan segala penjuru.)

Doa Penutup Rapat
Om anugraha manoharam,
devadatta nugrahaka,
arcanam sarwà pùjanam,
namah sarwa nugrahaka.

Om ksama swamàm jagadnàtha,
sarwa pàpà hitankarah,
sarwa karya sidham dehi,
pranamya sùryeswaram.

Om Sàntih, Sàntih, Sàntih, Om.

(Ya Tuhan limpahkanlah anugrahMu yang menggembirakan kepada hamba. Tuhan yang maha pemurah, semoga Tuhan melimpahkan segala anugrah kepada hamba. Ya Tuhan, pelindung alam semesta, pencipta semua makhluk, ampunilah dosa hamba dan anugrahilah hamba dengan keberhasilan atas semua karya. Tuhan yang memancarkan sinar suci, ibaratnya sang surya memancarkan sinarnya, hamba sujud kepadaMu. Ya Tuhan, semoga damai, damai di hati, damai di dunia, damai selama-lamanya.)

Untuk menutup pertemuan, bisa pula dipakai doa di bawah ini yang diambilkan dari kitab Yajurveda. Mantram ini disebut Santi Mantram. Bunyinya:

Om dyauh sàntir antariksam sàntih
prthiwi sàntir àpah sàntir
asadhayah santih wanaspatayah santir
wiswe dewah sàntir brahma sàntih
sarvam sàntih santir ewa sàntih
sà mà sàntir edhi

(Ya Tuhan Yang Mahakuasa, anugerahkanlah kedamaian di langit, damai di bumi, damai di air, damai pada tumbuh-tumbuhan, damai pada pepohonan, damai bagi para dewata, damailah Brahma, damailah alam semesta. Semogalah kedamaian senantiasa datang pada kami)

Doa Berdagang
Om à wiswàni amrta saubhagàni

(Ya Tuhan, semoga Engkau menganugerahkan segala keberuntungan yang memberikan kebahagiaan kepada hamba.)

Doa Sebelum Meditasi
Om wiswàni dewa sawitar
duri tàni parà suwa
yad bhadram tanna à suwa

(Ya Tuhan, Sawitar, usirlah jauh-jauh segala kekuatan jahat. Berikanlah hamba yang terbaik.)

Doa Mohon Perlindungan
Om Trayambhakam yajàmahe
sugandhim pusti wardhanam
unwarukam iwa bandhanàt
mrtyor muksiya màmrtàt

(Ya Tuhan, hamba memuja Hyang Trayambhaka/Rudra yang menyebarkan keharuman dan memperbanyak makanan. Semoga la melepaskan hamba seperti buah mentimun dari batangnya, melepaskan dari kematian dan bukan dari kekekalan.)

Doa Pelantikan

(Yang dilantik biasanya menirukan)
Om A Brahman bràhmano brahmawarcasi jàyatàmà
ràste raàjanah sura isawyo tiwyàdhi mahàratho jàyàtàm
dogdhri dhenuryodànad wànàsuh saptih purandhiryosàjisnu
rathesthah sabheyo yuwàsyajayamànasya wiro jàyàtam
nikàame-nikàme nah parjanyo warsatu phalawatyo na
osadhayah pacyantam yogaksemo nah kalpatàam

(Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, semogalah di negara ini lahir orang-orang yang memiliki pengetahuan spiritual. Semoga pula pemimpin-pemimpin yang perkasa pandai menggunakan kebijaksanaan seperti menggunakan senjata, pahlawan yang tangguh, sapi yang banyak memberikan susu, lembu pembawa barang dan kuda yang cepat. Demikian pula lahir wanita yang sempurna. Pemuda yang baik dan berguna bagi masyarakat, sedia berkorban. Semoga hujan turun memberi kemakmuran. Semoga pepohonan berbuah lebat. Semoga usaha kami berhasil.)

Doa Menghiningkan Cipta
Om-mata bhumih putro aham prthivydh

(Ya Tuhan, semoga kami mencintai tanah air ini sebagai ibu dan hamba adalah putra-putranya yang siap sedia membela seperti para pahlawan kami.)

Doa Paramasanti
Om Sàntih, Sàntih, Sàntih, Om

(Semoga damai, damai di hati, damai di dunia, damai selama-lamanya.)
posted by Arya Tangkas Kori Agung @ 08.20   1 comments
Penyadur

Name: Arya Tangkas Kori Agung
Home: Br. Gunung Rata, Getakan, Klungkung, Bali, Indonesia
About Me: Perthi Sentana Arya Tangkas Kori Agung
See my complete profile
Artikel Hindu
Arsip Bulanan
Situs Pendukung
Link Exchange

Powered by

Free Blogger Templates

BLOGGER

Rarisang Mapunia
© 2006 Arya Tangkas Kori Agung .All rights reserved. Pasek Tangkas